Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Politik
23 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
2
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai 'Angkat Bendera Putih', Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
Politik
16 jam yang lalu
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai Angkat Bendera Putih, Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
3
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
GoNews Group
13 jam yang lalu
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
4
Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
Politik
23 jam yang lalu
Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
5
Tim Fakhrizal-Genius Lapor ke KPU Soal Verifikasi Faktual
Politik
9 jam yang lalu
Tim Fakhrizal-Genius Lapor ke KPU Soal Verifikasi Faktual
6
Semen Padang Buat Aplikasi Hemat Biaya Transportasi Hingga Miliaran
Padang
9 jam yang lalu
Semen Padang Buat Aplikasi Hemat Biaya Transportasi Hingga Miliaran
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Gempa Susulan di Sulteng Bisa Hingga 1.000 Kali

Gempa Susulan di Sulteng Bisa Hingga 1.000 Kali
Kelurahan Petobo luluh lantak pasca diguncang gempa 7,4 SR. (dok)
Jum'at, 05 Oktober 2018 20:29 WIB
PALU - Pasca gempa 7,4 magnitud yang mengguncang Sulawesi Tengah, hingga hari ini (5/10), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah terjadi 437 gempa susulan.

Dikutip dari tribunnews.com, Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gempa usulan itu tidak seluruhnya dirasakan masyarakat. Sebab, intensitas gempanya minim.

''Gempa susulan masih terus berlangsung. Sampai pukul 06.00 WIB, ada 437 gempa susulan yang kalau kita lihat intensitasnya dia semakin menurun,'' kata Sutopo di kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2018).

Gempa susulan itu, kata Sutopo, masih akan terus berlangsung. Bahkan, gempa susulan bisa mencapai 1000 kali. Namun Sutopo menyebut hal tersebut merupakan proses yang normal.

''Sifatnya normal. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, meskipun ada goncangan,'' sebutnya.

Hingga H+7 BNPB mencatat setidaknya ada 1.571 korban jiwa yang telah ditemukan. Korban tersebar di berbagai wilayah, di Palu, jumlah korban paling banyak yaitu 1.352 orang, kemudian di Donggala 144 orang, Sigi 62 orang, Parigi Moutong 12 orang, dan di Pisangkayu Sulawesi Barat 1 orang. ***

Editor : hasan b
Sumber : tribunnews.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www