Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
23 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
2
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
Solok
21 jam yang lalu
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
3
Mulai 1 Juni, Semua Objek Wisata di Pesisir Selatan Kembali Dibuka
Pesisir Selatan
21 jam yang lalu
Mulai 1 Juni, Semua Objek Wisata di Pesisir Selatan Kembali Dibuka
4
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
Internasional
7 jam yang lalu
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
5
Jalan Penghubung Bukittinggi - Pasaman Barat Tertimbun Longsor Sepanjang 25 Meter
Agam
13 jam yang lalu
Jalan Penghubung Bukittinggi - Pasaman Barat Tertimbun Longsor Sepanjang 25 Meter
6
Pukul Pantat Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan di Pasar, 8 Polisi Diamankan
Peristiwa
19 jam yang lalu
Pukul Pantat Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan di Pasar, 8 Polisi Diamankan
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Ditembak Kelompok Bersenjata, 2 Prajurit TNI Tewas Saat Akan Antarkan Makanan untuk Anak-anak

Ditembak Kelompok Bersenjata, 2 Prajurit TNI Tewas Saat Akan Antarkan Makanan untuk Anak-anak
Ilustrasi prajurit TNI. (merdeka.com)
Senin, 20 Agustus 2018 09:37 WIB
JAYAPURA - Dua anggota TNI AD tewas setelah ditembak Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kampung Tingginambut, Kabupaten Mulia, Papua, Minggu (19/8/2018).

Dikutip dari liputan6.com, kedua prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) itu ditembak KKSB ketika akan membagikan bahan makanan untuk anak-anak.

Dilansir Antara, Waka Pendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi di Jayapura, Senin (20/8/2018), mengatakan, kedua jenazah akan dievakuasi ke Jayapura untuk selanjutnya dibawa ke Jakarta.

Dari laporan yang diterima oleh Letkol Inf Dax Sianturi, kedua anggota TNI yang meninggal dunia itu adalah Letda Inf Amran Blegur yang menjabat Komandan Pos Tingginambut dan Pratu Fredi, ketika hendak ke Kampung Tingginambut.

Dax Sianturi mengatakan bahwa dua TNI itu membawa bahan makanan untuk anak-anak. Namun sekitar pukul 14.00 WIT, masyarakat melapor ke Koramil Tingginambut tentang penghadangan anggota TNI di Jembatan Tingginambut.

Saat ditemukan, kata dia, kedua korban meninggal dunia dengan luka tembak dan panah. Jenazahnya berada di luar rumah kayu Jembatan Tingginambut, kemudian dievakuasi ke RSUD Mulia.***

Editor : hasan b
Sumber : liputan6.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www