Diguncang Gempa, Masjid Kuno Berusia 300 Tahun di Lombok Utara Tetap Berdiri Kokoh

Diguncang Gempa, Masjid Kuno Berusia 300 Tahun di Lombok Utara Tetap Berdiri Kokoh
Masjid Kuno Bayan tetap berdiri kokoh setelah diguncang gempa. (liputan6.com)
Sabtu, 11 Agustus 2018 10:17 WIB
JAKARTA - Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7 skala Richter (SR) disusul gempa 6,2 SR, beberapa hari lalu, meluluhlantakkan bangunan di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun ajaibnya, Masjid Kuno Bayan di Kampung Adat Bayan, Lombok Utara, tetap berdiri kokoh. Padahal, usia masjid tersebut sudah lebih 300 tahun (3 abad).

Dikutip dari liputan6.com, pantauan Antara Jumat (10/8/2018), masjid yang berjarak 80 kilometer dari ibu kota Provinsi NTB, sama sekali tak mengalami kerusakan pada bangunannya. Hanya pagar tembok terlihat berserakan diguncang gempa.

Masjid ini berdinding bambu, beratapkan kerangka bambu dan ditutup ijuk serta berpondasikan batu.

Bangunan itu terlihat masih berdiri kokoh di atas gundukan bukit kecil. Demikian pula halnya dengan rumah adat di Kampung Adat Bayan yang tidak mengalami kerusakkan berarti.

Di Bayan Barat terdapat tiga lumbung padi dan 2 bruga (pendopo). Warga kampung adat juga tetap menghuni rumah yang terbuat dari bambu serta beratapkan ilalang.

''Alhamdulillah tidak ada yang rusak,'' kata Raden Kertamaji, penjaga rumah adat. Kerusakan hanya terjadi pada pagar tembok yang membatasi dengan jalan raya saja.

''Ini pagar tembok sedang dibersihkan,'' katanya.

Situs Bersejarah

Masjid kuno Bayan itu telah masuk bagian dari situs bersejarah karena berdiri pada abad ke-17. Saat ini diperkirakan usianya telah lebih dari 300 tahun.

Kecamatan Bayan adalah salah satu gerbang masuknya Islam di Pulau Lombok. Di kecamatan inilah, Islam pertama kali diperkenalkan dan Masjid Bayan Beleq merupakan masjid pertama yang berdiri di pulau tersebut. Masjid kuno Bayan dihormati oleh pemeluk Agama Islam Wetu Telu.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww