Pasukan Israel Bunuh Ibu Hamil dan Bayi Perempuannya di Gaza

Pasukan Israel Bunuh Ibu Hamil dan Bayi Perempuannya di Gaza
Ratusan warga menghadiri pemakaman Inas Abu Khmash dan bayinya, Bayan, di Jalur Gaza, Kamis. (sindonews.com)
Jum'at, 10 Agustus 2018 08:39 WIB
GAZA - Inas Abu Khmash (23) yang tengah hamil delapan bulan dan bayi perempuannya berusia 18 bulan, Bayan, terbunuh oleh serangan roket pasukan Israel di Jalur Gaza, Palestina, Kamis dinihari waktu setempat.

Dikutip dari sindonews.com, ratusan pelayat menghadiri pemakaman Inas Abu Khmash dan Bayan, Kamis.

Militer Israel mengaku telah menyerang lebih dari 140 situs di Jalur Gaza, Palestina. Serangan itu sebagai respons setelah sekitar 150 roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel selatan yang melukai sejumlah warga sipil.

Seorang pejabat Hamas yang dikutip Al Jazeera, Jumat (10/8/2018), menyatakan kesepakatan gencatan senjata yang diperantarai Mesir telah dicapai antara Hamas dan Israel.

Pada hari Kamis sore, serangan udara dan artileri Israel ke wilayah Gaza juga melukai 18 warga Palestina. Menurut ororitas kesehatan Gaza, belasan orang itu terluka setelah sebuah gedung tinggi di Kota Gaza diratakan dengan serangan udara Israel.

Salah satu area yang diserang militer Tel Aviv adalah Deir al-Balah. Di wilayah itulah, Inas yang usia kehamilannya hampir sembilan bulan tewas. Bayi perempuannya yang berusia 18 bulan, Bayan, juga ikut tewas.

Ibu dan bayi itu tewas diserang Israel saat mereka tidur di ruang tamu rumahnya. Menurut tetangga korban, sekitar pukul 02.00 pagi hari Kamis, dua ledakan dahsyat terdengar.

''Begitu saya mendengar, saya tahu serangan itu ditujukan ke rumah Mohammed (suami Inas),'' kata Khalid Abu Sanjar, salah satu dari beberapa tetangga yang bergegas ke tempat kejadian.

Serangan itu merobek ruang tamu dan menghancurkan bagian depan rumah Mohammed. ''Ada darah di mana-mana," kata Abu Sanjar. ''Kami terguncang.''

''Kami melihat sisa-sisa (tubuh) Inas dan Bayan dan segera memanggil ambulans, kemudian mulai mengumpulkan bagian-bagian tubuh (korban),'' imbuh dia.

Abu Sanjar mengatakan Mohammed masih berteriak ketika bantuan tiba. Menurut Ashraf al-Qidra, juru bicara kementerian kesehatan di Gaza, Mohammed menderita luka serius di kepala dan luka lain di tubuhnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww