40 Jamaah Shalat Isya Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan Masjid di Lombok Utara

40 Jamaah Shalat Isya Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan Masjid di Lombok Utara
Personel polisi mengevakuasi korban gempa Lombok. (republika.co.id)
Selasa, 07 Agustus 2018 09:41 WIB
MATARAM - Sebuah masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, rubuh akibat guncangan gempa Ahad (5/8) malam. Sekitar 40 umat Islam yang tengah Shalat Isya berjamaah tertimpa reruntuhan bangunan masjid tersebut.

Dikutip dari merdeka.com, dua ekskavator (alat berat) dikerahkan untuk mengevakuasi puluhan jamaah yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan masjid.

''Informasi terakhir dari tim di lapangan masih dua alat berat,'' kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Komang Suartana, saat dihubungi merdeka.com, Selasa (7/8).

Proses evakuasi menggunakan alat berat baru dilakukan lantaran akses menuju lokasi sulit dijangkau tim SAR. Hingga kini proses pengangkatan puing bangunan masjid masih dilakukan guna mengetahui korban.

''Belum bisa dipastikan karena masih tahap evakuasi,'' kata Komang.

Komang belum bisa memastikan jumlah korban tertimpa reruntuhan bangunan masjid tersebut. Namun dari keterangan di lokasi jamaah berada dalam masjid saat gempa terjadi sekitar 40 orang.

''Infonya kan kemarin simpang siur. Yang dari masjid saja infonya sekitar 40 orang makanya kita akan melakukan pengecekan langsung. Jadi kita pastikan anggota masih di sana evakuasi. Kita membutuhkan waktu evakuasi,'' kata dia.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7,0 skala richter (SR) mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya pada Minggu (5/8) malam kemarin. Kuatnya getaran terasa sampai ke sejumlah kawasan di Bali.

Saat peristiwa itu terjadi, sebagian besar masyarakat Lombok sedang menjalankan ibadah shalat Isya berjamaah. Informasi didapat, saat peristiwa terjadi, di salah satu masjid ada rangkaian saf jamaah shalat masih dalam reruntuhan masjid.

''Informasi didapat, estimasi sampai tiga saf (baris), jamaah masih belum dapat dievakuasi karena keterbatasan alat berat. Kami belum tahu jumlah pasti berapa jiwa, dan apa ada korban luka atau meninggal, belum kami ketahui datanya,'' kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8).

Letak masjid ada di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Menurut informasi, atap bangunan masjid roboh akibat guncangan gempa 7 SR pukul 18.45 Wita

''Diperkirakan banyak korban meninggal dunia dan belum bisa dievakuasi karena tidak ada alat berat,'' jelas Sutopo.

Saat ini, evakuasi dilakukan oleh Tim SAR gabungan masih dalam tingkat manual. Alat berat masih berusaha didatangkan ke lokasi, mengingat sulitnya akses yang masih menjadi kendala.

''Jadi tim SAR gabungan pakai cara manual, reruntuhannya tembok-tembok beton,'' jelas Sutopo.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww