Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Digegerkan Peti Mati Hanyut di Sungai, Saat Dibuka Ternyata . . . .
Peristiwa
9 jam yang lalu
Warga Digegerkan Peti Mati Hanyut di Sungai, Saat Dibuka Ternyata . . . .
2
New Normal, Penumpang Harus Datang Empat Jam Sebelum Keberangkatan
Ekonomi
8 jam yang lalu
New Normal, Penumpang Harus Datang Empat Jam Sebelum Keberangkatan
3
Bertambah 467, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air Hampir 27 Ribu
Kesehatan
24 jam yang lalu
Bertambah 467, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air Hampir 27 Ribu
4
Ingin Wujudkan Indonesia Sejahtera? Kuncinya Kata PKS: Amalkan Pancasila
Politik
23 jam yang lalu
Ingin Wujudkan Indonesia Sejahtera? Kuncinya Kata PKS: Amalkan Pancasila
5
Presiden Ingatkan Potensi Gelombang Kedua Pandemi, PKS Kritisi Menteri Buka Mal Juni
GoNews Group
23 jam yang lalu
Presiden Ingatkan Potensi Gelombang Kedua Pandemi, PKS Kritisi Menteri Buka Mal Juni
6
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
10 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Komjen Syafruddin Ingatkan Peneliti, Jangan Tuduh Masjid Radikal, Nanti Dilaknat Allah

Komjen Syafruddin Ingatkan Peneliti, Jangan Tuduh Masjid Radikal, Nanti Dilaknat Allah
Komjen Syafruddin. (tribunnews)
Selasa, 10 Juli 2018 19:57 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia Komjen Syafruddin mengingatkan masjid merupakan tempat suci, sehingga tak mungkin radikal.

Dikutip dari tribunnews.com, ditegaskan Syafruddin, radikal itu harusnya merujuk kepada orang, bukan kepada masjid.

''Masjid itu benda tempat suci, tidak mungkin radikal. Kalau toh ada radikal, pasti orang, pasti bukan masjid,'' tegas Wakapolri tersebut di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2018).

''Makanya hati-hati, jangan sampai dilaknat oleh Allah, menuduh-nuduh masjid radikal,'' imbuhnya.

Ia mengingatkan agar orang-orang yang mengadakan penelitian berhati-hati. Jangan ada lagi hasil penelitian yang menyimpulkan adanya masjid yang terpapar paham radikal.

Syafruddin mengimbau para peneliti menggunakan standar-standar dalam melakukan penelitian.

''Penelitian boleh saja. Hendaknya menggunakan standar-standar,'' kata Syafruddin.

''Ya makanya, kalau melakukan penelitian, buat konsep yang jelas. Kalau berbicara masjid (radikal), saya bantah itu,'' pungkasnya.***

Editor : hasan b
Sumber : tribunnews.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www