Menteri Pertanian Israel Pimpin Warga Yahudi Masuki Kompleks Masjid Al-Aqsa

Menteri Pertanian Israel Pimpin Warga Yahudi Masuki Kompleks Masjid Al-Aqsa
Masjid Al Aqsa di Yerusalem. (republika.co.id)
Senin, 09 Juli 2018 08:20 WIB
YERUSALEM - Menteri Pertanian Israel, Uri Ariel, memimpin sekelompok Yahudi memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa, Ahad (8/7/2018).

Dikutip dari republika.co.id yang melansir Anadolu Agency, Uri Ariel menjadi menteri Israel pertama yang masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem timur, sejak 2015.

Tiga tahun lalu, Israel melarang pejabatnya dan anggota parlemen mengunjungi Al-Aqsa. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencabut larangan tersebut pekan lalu.

Seorang saksi mata menyaksikan Uri Ariel memimpin sekelompok Yahudi masuk ke halaman Al-Aqsa, dengan pengamanan tergolong ketat.

Ariel, yang merupakan anggota partai Yahudi sayap kanan ini juga menyerukan agar Al-Aqsa dibuka untuk orang Yahudi yang ingin berdoa. Ariel telah memperoleh persetujuan sebelum mengunjungi kompleks Al-Aqsa ini.

Sesuai aturan, bagi anggota Knesset atau parlemen Israel harus mengajukan izin 24 jam sebelum mengunjungi Al-Aqsa. Dan dari laporan media setempat, Netanyahu telah mengizinkan anggota Knesset untuk mengunjungi kompleks Al-Aqsa tiap tiga bulan sekali.

Pada Oktober 2015, Netanyahu membuat larangan memasuki kompleks Al-Aqsa dalam upaya untuk menenangkan kekerasan yang pecah di Tepi Barat. Sementara bagi umat Muslim, Al-Aqsa merupakan situs ketiga paling suci di dunia. Bagi Yahudi, daerah itu adalah Bukit Bait Suci dan mengklaimnya sebagai situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Namun beberapa kelompok Yahudi ekstremis menyerukan penghancuran Masjid Al-Aqsha agar sebuah kuil Yahudi dapat dibangun di tempat itu. Pada September 2000, kunjungan ke situs yang dipelopori politikus Israel Ariel Sharon, memicu apa yang kemudian dikenal sebagai "Intifada Kedua".

Ini merupakan gerakan pemberontakan rakyat Palestina yang menyebabkan ribuan orang terbunuh.

Israel menduduki Yerusalem Timur, lokasi Al-Aqsa berada, selama Perang Timur Tengah 1967. Hal ini kemudian membuat Israel mencaplok seluruh kota pada 1980 secara sepihak dan memproklamirkan bahwa daerah tersebut, yakni Yerusalem Timur, sebagai ibu kota negara Yahudi. Di bawah Presiden Donald Trump, AS pun mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww