Ibunya Tunggak Cicilan Motor, Siswi SMP Disekap dan Dilecehkan Debt Collector, Begini Kondisinya Saat Diselamatkan Polisi

Ibunya Tunggak Cicilan Motor, Siswi SMP Disekap dan Dilecehkan Debt Collector, Begini Kondisinya Saat Diselamatkan Polisi
Nining histeris memeluk putrinya, RI, yang juga menangis. (tribunnews.com)
Senin, 09 Juli 2018 13:42 WIB
JAKARTA - Seorang siswi SMP berinisial RI disekap dan dilecehkan debt collector (penagih utang) di kantor perusahaan pembiayaan di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Dikutip dari tribunnews.com, gadis berusia 14 tahun jadi korban keganasan debt collector gara-gara ibunya menunggak pembayaran cicilan kredit sepeda motor.

Sang ibu, Nining, mengakui menunggak pemembayaran cicilan sepeda motor tiga bulan. Namun Nining tidak menerima perilaku penagih utang yang mengancam keselamatan jiwa dan kehormatan anaknya.

Keterangan yang dihimpun Warta Kota, kejadian itu bermula ketika RI melintas di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (6/7).

RI tak menyadari jika ada beberapa penagih utang yang sudah mengintainya dari kejauhan.

Motor yang dikendarai RI, secara mendadak diberhentikan oleh sejumlah debt collector di jalan.

RI merinding ketakutan dan menangis saat sepeda motor matiknya kala itu dirampas oleh sejumlah pria berbadan tegap. RI ditanya-tanya oleh debt collector itu sampai menangis.

Karena tangisan RI itu sempat menarik perhatian warga sekitar, para debt collector itu seketika langsung membawa RI ke sebuah kantor, yang berada di Kawasan Srengseng, Jakarta Barat.

RI semakin panik, tak bisa berbicara lantaran ketakutan. Dalam kondisi masih mengenakan seragam sekolah, sesampainya di sebuah kantor yang bergerak di bidang finance, RI langsung memojokkan diri di sebuah sudut tembok kantor lantaran ketakutan.

Selama berjam-jam di kantor finance tersebut, RI diduga kuat mendapat perilaku yang tidak senonoh.

RI tak diperbolehkan pulang oleh para debt collector tersebut, kalau belum membayar cicilan bulanan motor matik miliknya.Hal ini, membuat sang ibu, berkecamuk dan panik.

Mendapatkan informasi bahwa RI berada di kantor para debt collector itu, Nining tentu saja panik. Kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Palmerah, pada sore hari.

Mengenakan pakaian putih, Nining datang melapor ke Polsek Palmerah dalam kondisi menangis terisak.

''Ada etikanya dong harusnya. Motor saja yang diambil, kenapa anak saya juga harus dibawa-bawa ke kantor finance itu. Ya Allaaah..'' Kata Nining sambil menangis histeris, Jumat.

Nining menceritakan, dia mendapat pesan dari anaknya RI, jika sedang berada di kantor para debt collector yang saat itu membawanya dari kawasan Palmerah.

Setelah membaca pesan singkat dari anaknya itu, Nining langsung lemas dan panik.

''Aku tuh sudah panik,? namanya anak masih kecil. Tuh anaknya (RI), tanya aja kalau boleh dari tadi nangis melulu kan. Yah, ketakutan dia. Anak masih 14 tahun begitu kok. Yah kalaupun mau mengambil motornya silahkan pakai etikalah. Anak gede begitu. Jangan beraninya sama anak-anak kecil begitu dong,'' ujar Nining dengan nada kesal.

Nining semakin kaget, saat mendengar suara pria yang menanyakan anaknya perihal masih perawan atau tidak.

''Anak saya makin nangis. Di saat debt collector itu nanya ke anak saya masih perawan apa tak perawan, saya syok. Saya dengar kalimat itu melalui telepon. Teleponnya tiba-tiba terputus. Saya langsung dari Bekasi, macet-macetan ke Polsek Palmerah,'' katanya.

Usai menerima laporan Nining, Polsek Palmerah yang dipimpin Kapolsek Palmerah Komisaris Aryono serta anggotanya menuju ke lokasi, dan menggerebek kantor para debt collector itu.

Beberapa karyawan yang bekerja di Kantor finance itu sontak kaget melihat kedatangan anggota polisi bersenjata lengkap.

Bersama Nining, para anggota polisi ketika itu langsung menyelamatkan RI. RI yang keluar dari pintu ruko langsung menangis, Nining pun berlari histeris memeluk RI.

''Terima kasih Pak Polisii.. Terima kasiiih Paak. Anak saya selamat Pak,'' kata Nining sambil menangis di hadapan Kapolsek Palmerah.

Komisaris Aryono mengatakan, pihaknya mengamankan sembilan orang pekerja dari dalam kantor, tetapi lima debt collector melarikan diri.

''Di lokasi kami ciduk sembilan pekerja, agar dapat dimintakan keterangannya. Sementara itu lima debt collector masih diburu. Kami kejar malam ini juga. Debt collector ini meresahkan, apalagi korbannya dibawah umur. Kami masih selidiki kasus ini dulu,'' kata Aryono.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww