Loading...    
           

Hujan Deras Tak Lazim Guyur Jepang, 64 Tewas dan Jutaan Orang Mengungsi

Hujan Deras Tak Lazim Guyur Jepang, 64 Tewas dan Jutaan Orang Mengungsi
Hujan deras dalam intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya mengguyur sejumlah wilayah di Jepang. (sindonews)
Minggu, 08 Juli 2018 19:33 WIB
TOKYO - Hujan deras dengan intensitas tak lazim (belum pernah terjadi sebelumnya) mengguyur sejumlah wilayah di Jepang. Sedikitnya 64 orang dan membuat jutaan orang menjadi pengungsi sementara.

Hujan deras menghantam beberapa wilayah di bagian barat Jepang, dengan intensitas tiga kali lebih besar dibanding hujan bulan Juli pada umumnya. Hujan ini memicu tanah longsor dan membuat beberapa sungai meluap, menjebak banyak orang di rumah mereka atau di atas atap.

''Kami belum pernah mengalami hujan seperti ini sebelumnya. Ini adalah situasi bahaya yang ekstrim,'' kata seorang pejabat di Badan Meteorologi Jepang (JMA), seperti dilansir Reuters pada Minggu (8/7).

Media Jepang, NHK melaporkan, selain 64 orang, 44 orang dilaporkan hilang sejak hujan deras mengguyur Jepang. Di antara yang hilang adalah bocah lelaki berusia 9 tahun yang diyakini terperangkap di rumahnya yang telah tertimbun tanah longsor.

Pemerintah Jepang mendirikan pusat manajemen darurat di kantor Perdana Menteri dan sekitar 54 ribu regu penyelamat gabungan yang terdiri dari anggota militer, polisi dan departemen pemadam kebakaran diterjunkan ke wilayah yang terdampak hujan deras itu.

''Masih banyak orang yang hilang dan yang lain membutuhkan bantuan, kami bekerja melawan waktu,'' kata Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dalam sebuah pernyataan.

Peringatan darurat untuk hujan deras tetap berlaku untuk tiga prefektur di Jepang untuk beberapa hari kedepan. Perintah evakuasi tetap berlaku untuk sekitar dua juta orang dan lebih dari dua juta orang lainnya disarankan untuk mengungsi, meskipun hujan telah berhenti dan banjir telah surut di beberapa daerah.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi

Loading...
GoSumbar.com Mulai Tahun Depan Dana BOS Tak Boleh Digunakan Gaji Guru Honor
GoSumbar.com TNI-Polri Baku Tembak dengan KSB, 3 Warga Sipil Tewas dan 4 Luka-luka
GoSumbar.com Dian Gendong Jenazah Cucunya Jalan Kaki, Anies Perintahkan Investigasi Kelalaian Petugas Puskesmas
GoSumbar.com Ibu Kepala Sekolah Tewas Ditusuk Murid Berusia 12 Tahun, Ini Penyebabnya
GoSumbar.com Perang Melawan Pelumpuhan KPK Belum Berakhir, ICW: Kawal Proses Uji Materi di MK
GoSumbar.com Remaja Bunuh dan Bakar Pacar karena Cemburu, Berhubungan Intim Sebelum Dicekik
GoSumbar.com Kirim Foto Bugil karena Tergiur Gaji Rp5 Juta, 3 Wanita di Jatim Jadi Korban Pemerasan Siswa SMA
GoSumbar.com Semua Sekolah di Penang Diliburkan Akibat Asap Kiriman Sumatera
GoSumbar.com Terkait Revisi UU KPK, Laode Sebut Menkumham Berbohong Telah Diskusi dengan Dirinya dan Agus Rahardjo
GoSumbar.com Pingsan Usai Disuntikkan Vitamin C, Wanita Muda Digauli Pria Baru Dikenalnya di Rumah Kakak Pelaku
GoSumbar.com Direktur KPK: Embahnya Korupsi Itu Parpol di DPR karena Miliki 2 Kewenangan
GoSumbar.com Pengamat Militer Sebut Indonesia Berpotensi Jadi Negara Polisi, Begini Penjelasannya
GoSumbar.com Kivlan Zen Dirawat di RSPAD, Menhan Minta Dibebaskan Dulu
GoSumbar.com PT Pelni Buka Lowongan Kerja, Ini 10 Posisi yang Ditawarkan dan Tata Cara Pendaftarannya
GoSumbar.com Setelah Diprotes, Kemendag Akan Tambahkan Pasal Wajib Halal Daging Impor dalam Permendag 29/2019
GoSumbar.com Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Bayi Perempuan di Polman Minum Kopi Tubruk 5 Gelas Sehari, Begini Kondisinya
GoSumbar.com Terobos Kobaran Api Selamatkan Kakeknya, Bocah 6 Tahun Tewas Terbakar, Negara Berikan Medali Keberanian
GoSumbar.com 8 Tewas Akibat Bus Tabrak Truk Tangki di Lintas Sumatera, Ini Identitas Korban
wwwwww