Kapal Bermuatan 44 Penumpang Karam di Kota Tinggi, 18 WNI Belum Ditemukan

Kapal Bermuatan 44 Penumpang Karam di Kota Tinggi, 18 WNI Belum Ditemukan
Tim SAR mencari korban kapal karam di perairan Kepri. (sindonews.com)
Selasa, 03 Juli 2018 20:36 WIB
TANJUNGPINANG - Sebanyak 18 warga negara Indonesia (WNI), korban kapal pancung yang karam di perairan Tanjung Balu, Kota Tinggi, Johor Bahru, Malaysia, Senin (2/7/2018) dini hari, belum ditemukan.

Kapal pancung yang naas itu membawa 44 penumpang. Sebanyak 26 penumpang sudah ditemukan, satu diantaranya tewas.

''Kita sudah terima laporan dari Maritime Rescue Coordination Centers (MRCC) Johor, Malaysia, bahwa masih ada 18 orang yang hilang diduga WNI. Kita siap membantu apabila dibutuhkan dalam melakukan pencarian korbab,'' kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Budi Cahyadi melalui Kepala Operasional Eko Suprianto di Tanjungpinang, Selasa (3/7/2018).

Eko mengungkapkan, informasi yang diperolehnya bahwa kejadiannya lebih kurang 8 Nautical Miles dari bibir pantai Pantai Punggai Johor, Malaysia.

Tim SAR terus berkoordinasi dengan pihak MRCC Johor dalam pencarian korban.

''Kita hanya berkoordinasi dengan pihak MRCC untuk perkembangan pencarian sisa korban. Sebanyak 26 orang korban telah dievakuasi  di antaranya, satu wanita meninggal dunia, dan 18 orang masih dilakukan pencarian,'' kata Eko.

Lanjut Eko, untuk tujuan pasti kapal pancung itu belum diketahui, apakah berangkat dari Malaysia menuju Indonesia dan sebaliknya. Dikarenakan kejadiaannya di perairan Malaysia, maka Tim SAR hanya bisa sebatas berkoordinasi dengan pihak MRCC Johor.  

''Belum tahu dari mana mau kemana kapal pancungnya. Dan, apabila kita diperlukan kita siap membantu. Kita terus memantau vessel traffic service (VTS),'' kata dia.

Eko mengimbau kepada kapal-kapal yang melintas di perairan perbatasan Indonesia dan Malaysia apabila melihat korban agar segera melapor ke VTS Batam.

''Kalau ada kapal yang melihat korban segera melapor ke VTS Batam dan  Basarnas agar ditindaklanjuti. Untuk informasi lebih lanjut akan dikabari lagi,'' tutup Eko.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww