Pesawat Garuda Pecah Ban Saat Mendarat di Bandara Kualanamu, Penumpang Panik

Pesawat Garuda Pecah Ban Saat Mendarat di Bandara Kualanamu, Penumpang Panik
Pesawat Garuda Indonesia. (liputan6.com)
Selasa, 12 Juni 2018 10:19 WIB
MEDAN - Penumpang pesawat Garuda Indonesia GA 190 rute Jakarta-Medan panik ketika pesawat mengalami pecah ban saat mendarat Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (11/6).

Dikutip dari liputan6.com, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono menjelaskan kronologi insiden tersebut. ''Penerbangan GA 190 Rute Jakarta - Medan mengalami pecah ban belakang sebelah kiri di landasan Bandara Kualanamu Medan sesaat setelah mendarat dengan normal pada pukul 17.30 waktu setempat,'' ujar dia, Selasa (12/6/2018).

Selanjutnya pesawat berhenti di taxi way dan petugas ground handling  melakukan proses penurunan penumpang dengan menggunakan tangga. Adapun seluruh penumpang diturunkan dalam keadaan selamat dan tanpa kendala apa pun. 

Garuda Indonesia Masuk Top 10 Maskapai Global Terbaik Versi OAG Flight ViewHengki menambahkan, saat ini Garuda Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan terkait di Bandara Internasional Kualanamu tengah melakukan investigasi lebih lanjut perihal penyebab pecah ban tersebut. 

Penerbangan GA 190 Rute Jakarta - Medan yang dioperasikan dengan menggunakan armada B737-800 PK-GFT membawa sebanyak 162 penumpang yang terdiri dari 12 penumpang bisnis dan 150 ekonomi yang diberangkatkan dari Jakarta pada Pukul 15.05 WIB.

''Pesawat PK-GFT yang melayani penerbangan GA-190 telah diperiksa sebelum terbang dari Jakarta dan dalam kondisi laik terbang,'' tegas Hengki.

Sebagai tindak lanjut dari insiden tersebut, penerbangan GA 193 Rute Medan - Jakarta yang seharusnya dioperasikan dengan pesawat  PK-GFT (ex GA 190) dialihkan dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia lainnya yang diberangkatkan pada pukul 22.30 WIB, serta telah mendapatkan delay kompensasi sesuai kebijakan yang berlaku. 

Masih Delay

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengaku masih terjadi keterlambatan atau delay penerbangan Garuda Indonesia pada periode mudik Lebaran. Meskipun demikian, dia mengatakan durasinya tak terlalu lama.

''Delay di bawah 45 menit. Kalau saya lihat cukup sedikit. Tidak ada delay di atas satu jam,'' ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N Mansury ketika ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Senin 11 Juni 2018.

Sementara itu, tingkat ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) Garuda sudah selama periode mudik Lebaran mencapai 90 persen. Sesuai dengan tren positif OTP Garuda Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

''OTP kisaran 88-90 persen. Peak dari Jakarta saja itu kisaran 30 ribu penumpang pada tanggal 9 Juni,'' kata dia.

Dia bilang, penumpukan penumpang pada periode mudik Lebaran tahun ini menurun. Adapun jumlah kursi tambahan yang disediakan untuk tahun ini justru meningkat dibandingkan tahun lalu.

''Penumpukan yang ada di bandara jadi sedikit menurun. Penerbangan per hari tapi ada peningkatan dari sebelumnya. Tahun lalu cuma 107 ribu kursi, tahun ini 150 ribu kursi. Tanggal 8 - 24 juni nanti, ada 2,55 juta kursi total peak season tahun ini,'' tegas dia.

Sementara itu, tingkat keterisian penumpang sepanjang periode mudik tahun ini, kata Pahala, ditargetkan 75 persen.

''Tahun lalu ada di atas 75 persen keterisiannya pesawat Garuda Indonesia. Tahun ini kita harapkan begitu. Kita tunggu sampai akhir masa peak season,'' ujar dia.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww