Rakyat Malaysia Galang Dana Bantu Mahathir Bayar Utang Rp3.595 Triliun

Rakyat Malaysia Galang Dana Bantu Mahathir Bayar Utang Rp3.595 Triliun
Mahathir Mohamad. (lp6c)
Sabtu, 26 Mei 2018 11:48 WIB
PETALING JAYA - Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad mengungkapkan, utang negara Malaysia telah mencapai RM1 triliun atau sekitar Rp3.595 triliun. Untuk membantu Mahathir membayar utang yang membengkak selama Najib Razak jadi PM tersebut muncul gerakan penggalangan dana oleh publik.

Gerakan publik ini diprakarasi Nik Shazarina Bakti, seorang praktisi hukum di Sisters in Islam (SIS). Dia meluncurkan gerakan penggalangan dana dengan nama "Please Help Malaysia!" di situs GoGetFunding.

''Saya seorang Malaysia berusia 27 tahun, sangat mencintai dan bangga dengan negara saya. Saya lulusan LLM (Master of Laws) dari SOAS, University of London dan saat ini menjadi Petugas Hukum di Sisters in Islam (SIS). Saya percaya saya seorang aktivis untuk kepentingan umat manusia,'' tulis Shazarina di situs tersebut.

''Baru-baru ini, diumumkan bahwa Malaysia memiliki utang sebesar RM1 triliun (USD250 miliar). Itu banyak,'' lanjut dia.

''Saya menetapkan halaman penggalangan dana ini karena saya berharap dapat mengumpulkan orang-orang Malaysia di seluruh dunia untuk membantu berkontribusi dalam mengurangi utang Malaysia,'' sambung tulisan Shazarina yang dikutip dari situs GoGetFunding, Sabtu (26/5/2018).

Dalam seruannya itu, dia mengajak publik Malaysia mengulang gerakan serupa yang membuat negara itu merdeka.

''Orang Malaysia tercinta, apakah Anda ingat waktu ketika nenek moyang kita memberikan perhiasan, uang, dan barang berharga mereka hanya agar Tunku dan Pemerintah saat itu dapat mengumpulkan cukup dana untuk pergi ke London dan memproklamirkan kemerdekaan)?,'' tulis dia.

''Ayo lakukan lagi! Dan kali ini, kami melakukannya! Kami dapat memberi tahu anak-anak dan cucu kami tentang prakarsa ini bahwa kami semua ambil bagian untuk menyelamatkan Negaraku Malaysia,'' sambung tulisan aktivis tersebut.

Kampanye ''Please Help Malaysia!'' di GoGetFunding telah berhasil mengumpulkan dana hampir USD3.600 dari target USD100.000 dengan 92 pendukung.

Pada halaman tersebut, Shazarina mengatakan semua hasil penggalangan dana akan disalurkan ke pemerintah pada akhir kampanye.

''Banyak yang bertanya pada seberapa yakin dana akan diberikan kepada pemerintah, saya tahu saya adalah orang asing bagi kebanyakan orang, tetapi percayalah, saya tidak akan mengantongi sepeser pun dari dana itu,'' katanya, yang dikutip The Star.

Dia akan memperbarui ringkasan akun PayPal setiap hari dan mengunggah bukti dari dana yang disalurkan ke pemerintah di saat waktunya tiba.

Kampanye ini dijadwalkan akan berjalan hingga Selasa, 31 Juli 2018.

''Jika kita dapat bekerja bersama selama Pemilihan Umum ke-14 (ingat kami mempercayai siapa saja yang dapat membantu kami), saya yakin kami dapat bekerja sama untuk gerakan lainnya,'' imbuh dia.

Putri PM Mahathir yang juga aktivis sosial, Datin Paduka Marina Mahathir, mengaku bangga dengan apa yang dilakukan Shazarina. Melalui halaman Facebook-nya, Marina memuji gerakan patungan tersebut.

''Saya tahu banyak orang ingin membantu dengan utang besar kami. Ini menunjukkan betapa banyak orang Malaysia mencintai negaranya,'' tulis Marina.

''Tetapi anak muda ini telah berinisiatif mengambil langkah dengan penggalangan dana untuk membantu Malaysia. Saya kebetulan mengenalnya dan sangat bangga padanya. Jika Anda bisa membantu, lakukanlah,'' lanjut Marina.

Sejak menjabat lagi sebagai PM Malaysia, Mahathir risau dengan utang negara yang telah mencapai RM1 triliun. Dia pun melakukan gebrakan dengan memotong gaji para menteri hingga sepuluh persen. Pemangkasan gaji itu selain untuk ikut mengurangi utang negara juga untuk mengurangi belanja pemerintah. ***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahathir Sebut Utang Malaysia Membengkak karena Korupsi Rezim Najib Razak
GoSumbar.com Sebelum Najib Jadi PM, Utang Malaysia Tak Pernah Lebih 300 Miliar Ringgit, Kini Tembus 1 Triliun
GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
wwwwww