Mahathir Sebut Utang Malaysia Membengkak karena Korupsi Rezim Najib Razak

Mahathir Sebut Utang Malaysia Membengkak karena Korupsi Rezim Najib Razak
Mahathir Mohamad. (liputan6.com)
Senin, 21 Mei 2018 14:59 WIB
KUALA LUMPUR - Najib Razak telah membengkakkan utang Malaysia hingga tiga kali lipat lebih selama masa kekuasaannya.

Dikutip dari republika.co.id, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, sebelum Najib Razak jadi Perdana Menteri, utang negaranya tak pernah lebih dari 300 miliar ringgit. Kini, utang Malaysia telah menembus angka 1 triliun ringgit atau 251,70 miliar dolar AS.

Menurut Mahathir, meningkatnya jumlah utang ini disebabkan oleh skandal korupsi rezim sebelumnya di bawah pimpinan Najib Razak.

''Kami menemukan keuangan negara telah disalahgunakan, sehingga sekarang kita menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan masalah utang yang telah meningkat menjadi satu triliun ringgit,'' kata Mahathir, yang berbicara untuk pertama kalinya di hadapan staf kantor perdana menteri, Senin (21/5).

''Kami tidak pernah berurusan dengan ini sebelumnya. Sebelumnya, kami tidak pernah menghadapi utang lebih dari 300 miliar ringgit, tetapi sekarang telah naik menjadi 1 triliun ringgit,'' tambah dia.

Dalam pekan pertamanya menjabat kembali sebagai perdana menteri, Mahathir mengumumkan pajak barang dan jasa (GST) berbasis global akan bernilai nol mulai 1 Juni. Pemerintahnya kemudian akan bekerja untuk menggantikannya dengan pajak penjualan dan jasa (SST).

Mahathir juga berjanji akan memperkenalkan kembali subsidi bahan bakar selain menyingkirkan GST. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen koalisinya untuk menurunkan biaya hidup yang semakin meningkat.

Namun, menurut lembaga pemeringkat Moody's, langkah-langkah fiskal Mahathir tanpa ada tindakan pengimbangan akan memperluas defisit fiskal Malaysia. Pemerintahan Najib sebelumnya telah merencanakan untuk mengumpulkan 43,8 miliar ringgit atau 11,05 miliar dolar AS pada 2018 dari GST, sekitar 18 persen dari total pendapatan negara.

Najib  membantah klaim oposisi bahwa utang federal telah meningkat ke tingkat yang mengkhawatirkan di bawah pemerintahannya. Menurutnya, utang yang berjumlah sekitar 50,9 persen dari PDB pada Juni 2017 masih berada di bawah batas pemerintah, yaitu 55 persen.

Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) telah memanggil Najib untuk bisa memberikan kesaksian pada Selasa (22/5). Panggilan ini merupakan bagian dari penyelidikan terkait SRC International, yang pernah menjadi bagian dari 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

Najib dipanggil MACC beberapa hari setelah polisi menggerebek enam tempat yang terkait dengan propertinya. Penggerebekan ini juga bagian dari investigasi terhadap dana investasi negara 1MDB yang didirikan Najib pada 2009.

Barang-barang yang disita dari properti Najib di Kuala Lumpur termasuk 284 kotak berisi tas-tas mewah dan lusinan tas besar yang berisi uang tunai dan perhiasan. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Rakyat Malaysia Galang Dana Bantu Mahathir Bayar Utang Rp3.595 Triliun
GoSumbar.com Sebelum Najib Jadi PM, Utang Malaysia Tak Pernah Lebih 300 Miliar Ringgit, Kini Tembus 1 Triliun
GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
wwwwww