58 Tahanan Teroris di Nusakambangan Mendadak Dipindahkan ke Gunung Sindur, Diduga Ini Alasannya

58 Tahanan Teroris di Nusakambangan Mendadak Dipindahkan ke Gunung Sindur, Diduga Ini Alasannya
Polisi bersenjata laras panjang berjaga di pelabuhan khusus penyeberangan ke Pulau Nusakambangan, Dermaga Wijapaura, sejak Minggu (20/5/2018) dini hari. (liputan6.com)
Senin, 21 Mei 2018 07:43 WIB
CILACAP - Sebanyak 58 tahanan kasus teroris di sejumlah lembaga permasyarakatan (Lapas) di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur di Bogor, Jawa Barat, Ahad (20/5/2018).

Dikutip dari liputan6.com, ke-58 orang ini merupakan sebagian tahanan teroris dari total 154-an napi dan tahanan terorisme yang 10 hari lalu baru dipindah ke Nusakambangan usai kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Tak ada keterangan resmi yang menyebut ke mana pemindahan tahanan teroris dari Nusakambangan ini.

Namun, dari informasi yang layak dipercaya, mereka diduga kuat dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur.

Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap, Hendra Eka Putra mengatakan, tahanan teroris yang dipindah berasal tiga Lapas di Nusakambangan, yakni Lapas Pasir Putih, Lapas Besi, dan Batu. Rinciannya, sembilan orang dari Lapas Besi, 24 Pasir Putih, dan 25 tahanan teroris dari Lapas Batu.

Ke-58 tahanan teroris itu masih belum memperoleh putusan hukum tetap atau inkrah. Oleh karena itu, mereka dipindah dari Nusakambangan untuk menjalani proses hukum.

Namun, ia enggan menjelaskan ke mana 58 tahanan terorisme itu dibawa. Ia mengaku tak menerima informasi detail tujuan masing-masing tahanan teroris Nusakambangan. Alasannya, pelaksana pemindahan adalah Ditjen PAS dan Mabes Polri.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, para tahanan perkara terorisme itu akan dibawa ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, yang juga memiliki fasilitas lengkap dan sistem pengamanan ketat.

''Tahanan semua, cuma kan ini kan data-datanya semuanya ada di Jakarta. Pastinya saya belum paham. Pastinya belum (inkrah),'' ucap Hendra yang juga Kepala Lapas Batu, Nusakambangan, Minggu, 20 Mei 2018.

Hendra mengungkapkan, dua tahanan teroris perempuan dan seorang bayi yang turut dipindah dari Mako Brimob ke Nusakambangan juga turut keluar dari Nusakambangan.

Dalam pemindahan tahanan terorisme dari Nusakambangan ini, Kepolisian Resor Cilacap menyiagakan sebanyak 600 aparat gabungan Polri dan TNI. Penjagaan paling ketat terutama pada proses pemindahan dari lapas ke kendaraan tahanan dari masing-masing lapas.

Personel gabungan juga dikonsentrasikan di area Dermaga Wijayapura, tempat keluar dari Pulau Nusakambangan. Selanjutnya, pengamanan dilakukan di sepanjang jalur antara Cilacap hingga perbatasan Kabupaten Banyumas.

Kepala Polres Cilacap, AKBP Djoko Julianto mengatakan pengamanan sudah dimulai pada Sabtu malam. Selanjutnya, seusai pemindahan dari lapas ke kendaraan, tahanan diserahkan kepada tim BNPT, Densus 88, dan Brimob Polri yang menjadi tim pemindahan.

Oleh sebab itu, ia juga mengaku tak tahu ke mana para tahanan akan dibawa. Menurutnya, hal itu sudah menjadi kewenangan tim pemindahan.

''Petugas kami, dari jajaran Polres Cilacap dan pihak Lapas Nusakambangan hanya melakukan pengamanan dan menyerahkan kepada tim yang hari ini sudah tiba, dari BNPT, termasuk Densus 88,'' ucap Djoko.

Bus tahanan Mabes Polri mulai menyeberang ke Lapas Nusakambangan sekitar pukul 05.30 WIB. Kemudian, sekitar pukul 09.00 WIB, lima bus Mabes Polri yang mengangkut 58 tahanan keluar dari Dermaga Wijayapura.

Selanjutnya, dengan pengawalan puluhan petugas bersenjata lengkap di kendaraan taktis polri dan barracuda, bus tersebut berangkat dengan rute Cilacap-Banyumas.

''Kita masih menungggu informasi dari pusat. Kita 600 personel, pengamanan rute sampai ke perbatasan Banyumas,'' dia menjelaskan.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com 58 Tahanan Teroris Mendadak Dikeluarkan dari Nusakambangan, Termasuk 2 Wanita dan Seorang Bayi
GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
wwwwww