Lemari Besi Najib Razak yang Terkunci 20 Tahun Dibongkar Paksa Polisi, Ini Isinya

Lemari Besi Najib Razak yang Terkunci 20 Tahun Dibongkar Paksa Polisi, Ini Isinya
Polisi menyita harta Najib Razak. (merdeka.com)
Minggu, 20 Mei 2018 17:49 WIB
KUALA LUMPUR - Kepolisian Malaysia telah menggeledah enam properti milik mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Penggeledahan itu dilakukan terkait dugaan korupsi yang dilakukan Najib selama berkuasa.

Dari penggeledahan di enam properti milik Najib itu, polisi menyita uang tunai, ratusan tas mewah, puluhan jam tangah mewah dan barang-barang berharga lainnya.

Dikutip dari merdeka.com, aparat kepolisian juga membongkar lemari-lemari besi yang ditemukan di sejumlah properti. Salah satunya, lemari besi yang berada di kediaman Najib Razak di Taman Duta, Kuala Lumpur.

Lemari besi itu sudah 20 tahun terkunci. Tak bisa membukanya, aparat pun meminta bantuan tukang kunci untuk membongkarnya.

Upaya pembongkaran sejak Kamis pagi lalu baru berhasil pada Jumat, 18 Mei 2018 malam.

Dikutip dari Straits Times, Sabtu (29/5), ada sejumlah lembaran mata uang asing edisi lama di dalamnya.

Juru bicara Najib Razak, dalam pernyataannya menyebut, surat nikah Najib Razak dengan istrinya, Rosmah Mansor juga ada di dalam lemari besi itu.

''Ini adalah brankas baja yang berusia lebih dari 20 tahun dan secara paksa dibuka oleh tukang kunci karena anak kuncinya hilang,'' kata dia.

Pernyataan juru bicara tersebut berbeda dengan apa yang disampaikan sumber kepolisian yang menyebut, di dalam lemari besi itu ditemukan ''banyak uang tunai''. Belum terkonfirmasi, versi mana yang benar.

Aparat Malaysia juga mencoba membongkar delapan lemari besi lain yang berada di Seri Perdana, kediaman resmi Perdana Menteri Malaysia di Putrajaya.

The New Straits Times mengutip pernyataan sumber yang mengatakan, dua tukang kunci diperintahkan untuk membukanya.

''Penyelidikan sedang berlangsung, kami tak bisa mengatakan apapun saat ini,'' kata sumber.

Sementara itu, mengenai keberadaan lemari besi di Seri Perdana, juru bicara Najib Razak menambahkan, itu adalah salah satu fasilitas di sana.

''Seharusnya tak ada masalah untuk membukanya,'' kata dia.

Sejak Rabu, 16 Mei 2018, polisi telah menggeledah enam properti di sekitar Kuala Lumpur dan Putrajaya, termasuk Kantor Perdana Menteri, kediaman resmi Najib Razak, dan empat kediaman pribadinya.

Para penyelidik menyita 72 koper berisi uang tunai dan barang-barang berharga, serta hampir 300 tas mahal dari dua unit apartemen di Pavillion Residences pada Kamis 17 Mei 2018 malam.

Najib Razak dan istrinya Rosmah Mansor mengecam keras penggeledahan yang telah dilakukan. Mereka menyayangkan tak ada upaya yang dilakukan aparat untuk memverifikasi apakah barang-barang yang disita terkait dengan penyelidikan kasus 1MDB.

Lewat pengacaranya, Rosmah Mansor meminta pihaknya tak diadili secara prematur lewat pemberitaan media.

''Kami berharap pihak berwenang akan mengindahkan aturan dan proses hukum, untuk menghindari persidangan prematur oleh publik,'' kata dia.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww