Muhammadiyah Desak Polisi Tindak Pelaku Pengibaran Bendera Israel di Papua

Muhammadiyah Desak Polisi Tindak Pelaku Pengibaran Bendera Israel di Papua
Ilustrasi bendera Israel. (republika.co.id)
Sabtu, 19 Mei 2018 23:52 WIB
JAKARTA - Polisi didesak melakukan tindakan hukum terhadap para pelaku pengibaran bendera Israel di Papua.

Desakan itu disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Diingatkan Mu'ti, kepolisian seharusnya melakukan investigasi terkait pengibaran bendera Israel tersebut.

Video pengibaran bendera Israel di Papua itu sempat viral di media sosial. Kalau video itu benar, kata Mu'ti, berarti telah terjadi perbuatan melanggar hukum. Karena secara hukum tidak boleh mengibarkan bendera negara lain, kecuali di wilayah diplomatik seperti kedutaan dan konsulat jenderal.

Selain itu, lanjutnya, secara politik mengibarkan bendera Israel berarti mendukung eksistensi dan kedaulatan Israel.

''Sikap ini jelas bertentangan dengan kebijakan politik pemerintah Indonesia yang jelas dan tegas mendukung perjuangan dan kemerdekaan bangsa dan negara Palestina,'' kata Mu'ti, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Sabtu (19/5).

Mu'ti menambahkan, jika polisi membiarkan, maka hal itu bisa menjadi preseden buruk penegakan hukum dan kedaulatan bangsa. Ia juga menegaskan bahwa pengibaran bendera Israel karena keyakinan agama tidak bisa dibiarkan.

''Harus ada langkah penindakan dan penyelesaian secara hukum,'' tambahnya.

Dalam video yang beredar, tampak beberapa orang berjoget sambil melambaikan bendera Israel di sebuah ruangan besar dan tertutup. Kabarnya, kegiatan itu adalah Kebaktian Budaya ke-12 di Gelanggang Olah Raga Waringin Kotaraja Jayapura. Sementara video lain memperlihatkan massa berkonvoi dengan bus dan di setiap kendaraan tampak satu dua orang melambaikan bendera Israel.  ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww