Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1439 H Jatuh Kamis

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1439 H Jatuh Kamis
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengumumkan hasil sidang isbat di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (15/5/2018). (sindonews)
Selasa, 15 Mei 2018 19:56 WIB
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan 1 Ramadhan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018.

Dikutip dari sindonews.com, penetapan tersebut dilakukan melalui sidang Isbat yang digelar pada Selasa petang.

''1 Ramadhan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis 17 Mei 2018,'' kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam konferensi pers hasil sidang isbat awal Ramadhan 1439 Hijriah di Kantor Kemenag, Selasa (15/5/2018).

Lukman menyampaikan penetapan hasil sidang isbat, setelah pihaknya mendengarkan berbagai pihak. Salah satunya  anggota Tim Hisab dan Rukyat Kemenag melalui pemantauan hilal dari  Planetarium Jakarta.

''Dengan memantau posisi hilal, tidak hanya di seluruh penjuru Tanah Air, tapi juga berbagai wilayah di mancanegara,'' tuturnya.

Selaku pemimpin sidang isbat, Lukman mengungkapkan Kemenag juga menerima laporan mengenai dua hal. Posisi hilal sore tahi dan pemantauan hilal di 95 titik yang tersebar di Tanah Air.

Dalam sidang isbat, kata dia, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Zunaidi diketahui posisi hilal di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk. ''Minus 1 drajat 36 menit, 0 derajat 2 menit. Masih di bawah ufuk,'' katanya.

Lukman mengungkapkan, sidang isbat juga mendengar kesaksian 32 pelaku rukyatul hilal. Hasilnya, tidak satu pun yang berhasil melihat hilal.

Berdasarkan atas dua hal tersebut, kata dia, pihaknya memutuskan malam ini  tanggal 30 Sya'ban. ''Maka 1 Ramadhan 1439 Hijriyah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018. Itulah kesimpulan rapat sidang isbat,'' tuturnya.

Dalam sidang tersebut, perwakilan sejumlah lembaga turut hadir, yakni antara lain MUI, PBNU, dan PP Muhammadiyah. Hadir pula duta besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium Jakarta, pakar falak dari ormas-ormas Islam.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww