Muhammadiyah Desak Kepolisian Usut Tuntas Teror Bom Secara Obyektif dan Transparan

Muhammadiyah Desak Kepolisian Usut Tuntas Teror Bom Secara Obyektif dan Transparan
Konferensi pers pernyataan sikap PP Muhammadiyah menyambut puasa Ramadhan 1439 Hijriyah di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Senin (14/5/2018). (sindonews)
Senin, 14 Mei 2018 20:31 WIB
YOGYAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengutuk aksi teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (13/5/2018) dan Senin. Menurut Muhammadiyah teror bom tersebut merupakan perbuatan zalim yang tidak dibenarkan agama.

Dikutip dari sindonews.com, Wakil Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas berharap teror bom di Surabaya tidak menganggu hubungan antarberagama yang selama ini berjalan baik dan harmonis.

''Tindakan teror, kekerasan, dan anarki lebih-lebih yang memakan korban jiwa dan menciptakan ketakutan kolektif atas nama apa pun, dilakukan oleh  siapa pun, dan bertujuan apa pun merupakan perbuatan zalim dan fasad fil-ardl atau pengerusakan di muka bumi yang tidak dibenarkan oleh agama, hukum, dan moralitas publik,'' tutur Yunahar saat menyampaikan pernyataan sikap Muhammadiyah menyambut Ramadhan 1439 H di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro Nomor 3 Yogyakarta, Senin (14/5/2018).

Muhammadiyah juga menyampaikan ucapan duka cita dan simpati kepada para korban teror bom.

Muhammadiyah mendesak kepolisian dan pemerintah mengusut tuntas teror bom tersebut secara obyektif dan transparan.

''Kepada semua pihak tetaplah tenang dan berpikir jernih serta tidak mengembangkan berbagai asumsi negatif yang memberi ruang sikap saling curiga dan sentimen sosial yang bermuara terganggunya kehidupan berbangsa dan bernegara,'' tuturnya.

Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, berbekal ilmu dan jaringan, Polri dapat membongkar siapa saja pelaku terorisme, baik yang berada di lapangan maupun aktor di belakang.

Dia juga berharap pihak di balik pendanaan, ideologi serta relasi yang terkait pelaku diungkap.

''Diusut tuntas agar warga bangsa tahu kenapa terjadi kasus terorisme, hingga suatu saat kita tahu (tindakan-red) preventifnya, juga kontrol sosial dan lain sebagainya,'' kata Haedar.

Haedar pun mengimbau Polri bisa merilis ke publik ketika informasi sudah benar-benar akurat.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww