Provokator Kericuhan Rutan Brimob Depok Berasal dari Riau, Ini Salah Satu Sosoknya..

Provokator Kericuhan Rutan Brimob Depok Berasal dari Riau, Ini Salah Satu Sosoknya..
Rabu, 09 Mei 2018 20:42 WIB
JAKARTA - Kericuhan di Rutan Mako Brimob ternyata dipicu masalah kiriman makanan kiriman. Salah seorang napi teroris yang tewas dalam kerusuhan di Mako Brimob, Depok, bernama Abu Ibrahim alias Beny Syamsu. Abu Ibrahim merupakan teroris jaringan Pekanbaru, Riau. Bagaimana sosoknya?

Abu Ibrahim ditangkap di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Gading Permai, Pekanbaru, Riau, Selasa (24/10/2017) pukul 07.15 WIB. Pada saat itu, polisi juga menangkap terduga teroris Yoyok Handoko alias Abu Zaid (42) di Indomaret Jalan Bukit Barisan, Pekanbaru, pukul 06.00 WIB.

Kemudian pada pukul 07.15 WIB, tim Densus juga menangkap tersangka Wawan alias Abu Afif (42) di Jl Kopkar Raya, Perumahan Pandau Permai, Pekanbaru, Riau.

Pada pukul 10.30 WIB, polisi menangkap tersangka atas nama Handoko alias Abu Buchory di rumahnya, Perumahan Griya Taman Anggrek, Rambah Jaya, Siak Hulu Bukang Raya, Kampar, Riau. Kemudian pada pukul 12.30 WIB, ditangkap Nanang Kurniawan alias Abu Aisha di gang menuju rumahnya, Jl Kubang Raya Km 5 Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

Lima orang yang ditangkap di Riau itu pernah mengikuti latihan fisik persiapan teror (i'dad) dan latihan menembak. Mereka berlatih di Bukit Gema, Kabupaten Kampar, Riau.

"Yoyok Handoko alias Abu Zaid merupakan salah satu yang ikut dalam i'dad di Bukit Gema, Kabupaten Kampar, Riau. Wawan alias Abu Afif memimpin baiat pada i'dad di Bukit Gema," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto dalam keterangannya, Selasa (24/10/2017).

Beny Syamsu Trisno alias Abu Ibrahim dan Handoko alias Abu Buchori merupakan peserta latihan fisik di Bukit Gema. Sedangkan latihan menembak dilakukan di Jambi. Namun tak dijelaskan kapan mereka berlatih.

"Yoyok Handoko alias Abu Zaid, Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrahim, dan Handoko alias Abu Buchory mengikuti pelatihan menembak di Jambi. Wawan alias Abu Afif mengetahui adanya pelatihan membuat bom dan pelatihan menembak di Jambi," terang Rikwanto.

Rikwanto mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan, Yoyok dan Beni alias Abu Ibrahim terlibat perencanaan aksi teror dengan target kantor polisi di Pekanbaru. Sedangkan Wawan, yang merupakan amir Jamaah Anshar Daulah (JAD) Pekanbaru, berperan memotivasi kelompoknya untuk menyerang kantor polisi. ***

loading...
Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww