Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden Dikawal 5.000 Personel TNI dan Polri

Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden Dikawal 5.000 Personel TNI dan Polri
Massa relawan #2019GantiPresiden. (republika.co.id)
Minggu, 06 Mei 2018 10:27 WIB
JAKARTA - Sebanyak 5.000 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan mengawal Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden di Monas dan sekitarnya, Ahad (6/5/2018).

Dikutip dari republika.co.id, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, sekitar lima ribu personel gabunganan itu disebar di Patung Kuda, Monas dan sekitarnya.

Dijelaskan Argo, para petugas sudah berjaga sejak pagi hari, sekitar pukul 05.30 WIB. Argo menambahkan, Polda Metro Jaya juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melakukan pengawasan di sepanjang area.

Kepada massa, Argo berharap untuk tetap mengikuti aturan yang berlaku. Termasuk tidak menggunakan area Car Free Day (CFD) sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan politik praktis.

''Sebab, hal ini sudah tertuang daam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12/2016 telah mengatur bahwa area CFD hanya boleh digunakan untuk kegiatan seni budaya, lingkungan hidup dan olahraga,'' ucapnya.

Penyampaian Aspirasi

Ribuan relawan #2019GantiPresiden sudah mulai memadati pelataran Monumen Nasional (Monas) di dekat Patung Kuda, Ahad pagi. Deklarasi yang dipusatkan di Taman Aspirasi, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, ini diisi oleh berbagai acara. Di antaranya berzikir, muhasabah, dan peluncuran buku panduan juga website Relawan Nasional #2019GantiPresiden.

Penggagas Deklarasi #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera menjelaskan, inti acara yang diprediksi dihadiri ribuan orang ini adalah penyampaian aspirasi masyarakat. ''Nanti juga ada panggung seni, orasi, penyampaian deklarasi,'' kata ketua DPP PKS tersebut.

Deklarasi Akbar Relawan Nasional #2019GantiPresiden rencananya dilakukan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Ahad (6/5), pukul 09.00 WIB.

Massa dengan kaos bertuliskan ''2019 Ganti Presiden'' memadati lokasi. Kegiatan ini beberapa kali berpindah lokasi.

Pada mulanya direncanakan dilaksanakan di seputar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Sempat rencana kegiatan itu berpindah ke Taman Aspirasi, Jakarta Pusat, sebelum kembali lagi ke lokasi awal.

Berdasarkan pantauan Republika di lapangan, massa memadati kawasan seputar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, dekat dengan Bundaran Air Mancur Monas. Mobil komando pun telah berada di tempat. Di lokasi juga terdapat beberapa pedagang kaki lima yang berjualan atribut bertuliskan ''2019 Ganti Presiden''.

Perwakilan dari Tim Advokasi Relawan Aktivis #2019GantiPresiden Djuju Purwantoro menyebutkan, alasan pihaknya ingin 2019 nanti ada presiden yang baru yakni karena ingin kondisi negara bisa lebih baik, adil, dan makmur. Menurutnya, saat ini banyak kebutuhan masyarakat yang harganya relatif mahal.

''Sekarang harga-harga mahal. Itu faktanya. Masyarakat merasakan seperti itu, harga-harga tarif dasar listrik, harga sembako, BBM, itu naik terus kita ingin perubahan lebih baik,'' kata dia saat ditemui di sekitar lokasi kegiatan, Ahad (6/5).

Kendati ingin adanya presiden yang berbeda 2019 nanti, ia mengaku belum ada nama calon yang pasti yang hendak diusung. Apa yang mereka lakukan hari ini, kata dia, tak ada hubungannya dengan partai politik (parpol)

''Belum ada, kita persiapkan mengikuti karena persiapan itu parpol. Tidak ada hubungannya dengan parpol. Apapun kita ingin perubahan lebih baik,'' jelasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww