Atur Hasil Pertandingan, 2 Pebulutangkis Malaysia Dilarang Bertanding 20 dan 15 Tahun

Atur Hasil Pertandingan, 2 Pebulutangkis Malaysia Dilarang Bertanding 20 dan 15 Tahun
(tribunnews.com)
Sabtu, 05 Mei 2018 21:05 WIB
KUALA LUMPUR - Dunia bulutangkis Malaysia dihebohkan skandal match fixing (pengaturan hasil pertandimgan) yang melibatkan dua pebulutangkis negara jiran tersebut.

Dikutip dari tribunnews.com, kedua pebulutangkis itu adalah Tan Chun Seang dan Zulfadli Zulkiffli.

Asosiasi bulutangkis dunia, yakni BWF, telah menghukum keduanya tak boleh terlibat dalam segala aktivitas bulu tangkis di bawah naungan BWF.

Tan dilarang bermain selama 15 tahun, sementara Zulfadli tak boleh bermain selama 20 tahun.

Karier mereka yang sudah berjalan mulus pun terancam selesai, gara-gara skandal pengaturan pertandingan.

Dalam proses mencapai keputusan akhir ini, Panel Independen BWF yang beranggotakan tiga orang menemukan bahwa Tan melakukan 26 pelanggaran Kode Perilaku 2012 dalam hubungannya dengan taruhan dan pengaturan skor hasil pertandingan.

Sementara itu, Zulfadli terbukti melakukan 27 pelanggaran Kode Perilaku 2012 dan 4 pelanggaran Kode Perilaku 2016 dalam hubungannya dengan taruhan dan pengaturan skor hasil pertandingan.

Panel Independen juga mencatat bahwa kedua pemain ''terlibat dalam pelanggaran tindak pidana korupsi dalam sejumlah turnamen besar'' sejak tahun 2013.

Nah, satu bukti yang dihadirkan BWF adalah isi percakapan WhatsApp antara Tan Chun Seang dan Zulfadli Zulkiffli.

Isi percakapan itu pun sempat dibuka untuk publik.

Keduanya chat dengan bahasa Melayu, kemudian diterjemahkan oleh tim ahli BWF dalam bahasa Inggris.

Dikutip dari says.com, berikut transkrip percakapan antara Tan Chun Seang (TCS) dan Zulfadli Zulkiffli (ZZ) 3 Oktober 2013.

TCS : Datang ke kamarku sekarang. Ada yang mau aku obrolin. Tentang 'nyali'. Tentang uang hehe.

TCS : Wei, apakah kau ingin bermain sungguhan di pertandingan? Kami telah memutuskan mereka menunggu kamu

ZZ : Aku sudah di kamarku

TCS : Datang ke kamarku sekarang. Ayo berunding. Apa kau menginginkannya?

ZZ : Aku belum mandi. Tunggu. Aku cuci muka dulu.

TCS : Cepat! Karena mereka ingin mengatur. Tapi jangan bilang siapa pun.

Percakapan Tan dan Zulfadli (says.com)9 Oktober 2013

TCS : Oi, kamu tidak dalam taruhan. Pokoknya kamu main saja, oke?

ZZ : Tentu, idiot.

TCS : Saranku, kamu jangan bermain dengan manipulasi atau pengaturan.

ZZ : Kenapa begitu?

TCS : Pokoknya main saja, straight set.

ZZ : Apakah ada orang yang mencium rencana kita?

ZZ : Tentu, tentu. Oke, oke.

TCS : Aku tak tak tahu.

TCS : Tidak.

TCS : Jadi, dia membersihkan ini, kemudian ini batal.

TCS : Setelah itu, rencana dibatalkan.

ZZ : Kalau begitu, berarti tidak ada orang yang tahu urusan kita, bukan?

TCS : Ada orang yang membersihkan semua taruhan.

ZZ : Bagaimana sisanya?

TCS : Tapi ini sudah dibatalkan.

TCS : Taruhanku juga dibatalkan.

Dua transkrip di atas hanyalah sebagian saja dari bukti yang dirilis oleh BWF. Masih ada beberapa lembar percakapan lain, termasuk satu percakapan, di mana Zulfadli Zulkifli diminta untuk mengakhiri pertandingan dengan skor tertentu, sehingga ia akan menerima imbalan tertentu.

Diduga, skor tertentu ini digunakan untuk kepentingan bandar judi.

Juara Dunia

Zulfadli Zulkifli sebetulnya punya karir menjanjikan. Dia tercatat sebagai mantan juara dunia yunior. 

Dalam kasus ini, Zulfadli bersikeras dia tidak bersalah. Dia mengaku diperlakukan dengan tidak adil saat dinyatakan bersalah dalam skandal pengaturan hasil pertandingan bulu tangkis.

Zulfadli dan rekannya, Tan Chun Seang dijatuhi hukuman masing-masing 20 dan 15 tahun atas tuduhan melakukan pengaturan hasil pertandingan natara 2013 dan 2016.

Mengaku kecewa, Zulfadli siap untuk melakukan konferensi pers mengenai hal ini dalam satu dua hari mendatang.

''Saya masih kaget atas keputusan ini, saya akan melakukan konferensi pers dalam satu dua hari ini,'' kata Zulfadli melalui pesan tertulis yang merupakan pernyataan pertama darinya sejak kasus ini mulai merebak.

''Sekarang saatnya saya berbicara dalam versi saya. Untung saja, BWF tidak mengumumkan hukuman mati buat saya atau jangan-jangan mereka juga mempertimbangkan hal ini,'' katanya.

''Ini bukan soal hukuman yang dijatuhkan. Pertanyaannya apakah saya diperlakukan dengan adil. Saya menganggap saya dinyatakan bersalah meski pun bukti-bukti yang ada tidak cukup.''

''Melalui pengadilan ini saya jadi sadar bahwa hak asasi manusia diabaikan. Semua akan saya buka nanti pada konferensi pers."Melalui pesan singkatnya, ia bahkan mengajukan pertanyaan,'' #mangsa atau tertuduh?''***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww