Balas Dendam, Korban Bully di Sekolah Bantai 19 Siswa, 9 Tewas dan 10 Terluka

Balas Dendam, Korban Bully di Sekolah Bantai 19 Siswa, 9 Tewas dan 10 Terluka
Korban bully membalas dendam dengan membantai belasan siswa. (tribunnews)
Kamis, 03 Mei 2018 07:28 WIB
YULIN - Pengalaman buruk menjadi korban bully sekolah, meninggalkan dendam mendalam dalam hati Zhou. Keinginan membalas dendam tersebut diwujudkan Zhou setelah berusia 28 tahun atau setelah belasan tahun dirinya meninggalkan sekolah tempat dia di-bully tersebut.

Pada 27 April 2018, sekitar pukul 16 waktu setempat, Zhou membantai belasan siswa di luar sekolah menengah wilayah Mizhi, di kota Yulin, Provinsi Shaanxi, China. Kala itu para siswa dalam perjalanan pulang ke rumah. Foto-foto dan video pembantaian itu viral di media sosial.

Dikutip dari tribunnews.com yang mengutip SURYA.co.id yang juga melansir dari BBC, Zhaou melakukan ini sebagai balas dendam aksi bullying yang ia alami saat berusia 13 sampai 14 tahun di sekolah tersebut. Setelah bertahun-tahun berlalu, dendam itu ternyata masih tersimpan.

Dendam itu kemudian terluapkan pada 27 April 2018 sore. Ketika itu para siswa berjalan pulang ke rumah dari sekolah. Pelaku kemudian mendekati sejumlah siswa di sana lalu melakukan pembantaian.

Dia menusuk dan melukai sejumlah siswa yang berjalan pulang secara membabi buta. Sembilan siswa tewas dan 10 lainnya terluka dalam peristiwa itu, kata para pejabat.

Identitas korban masih belum diumumkan sampai saat ini. Namun, korban terluka itu sudah dirawat di rumah sakit. Seluruh korban berusia antara 12-14 tahun. Polisi juga sudah mengamankan, sekaligus menahan pelaku.

Dalam pemeriksaan Zhaou melakukan ini sebagai balas dendam aksi bullying yang menimpa dirinya saat masih bersekolah di sana.

Peristiwa inipun dengan cepat menjadi perbincangan banyak orang. Foto-foto dan video peristiwa ini juga viral di media sosial.

  Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa tergeletak di pinggir jalan, sementara orang-orang yang lewat tampak syok.

Sekadar diketahui, penikaman menjadi perbincangan publik di Cina dalam beberapa tahun belakangan.

Dalam insiden di sejumlah sekolah antara 2010 hingga 2012 menewaskan setidaknya 25 orang dan lebih dari 100 lainnya luka-luka.

Pada Maret 2015, tiga orang dihukum mati setelah dinyatakan bersalah melakukan serangan dengan bersenjatakan pisau di stasiun Kunming, yang menewaskan 29 orang dan sekitar 100 lainnya terluka.

Ketiganya dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan dan tindak terorisme. Pada Juli 2017, dua orang meninggal dunia dan sembilan cedera dalam penikaman di supermarket Wal-Mart di kota Shenzhen, Cina selatan.

Februari lalu, seorang laki-laki dengan bersenjatakan pisau menewaskan seorang perempuan dan melukai 12 orang di satu pusat perbelanjaan di ibu kota Beijing.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww