Dua Bocah Tewas Saat Bagi-bagi Sembako, Ratna Sarumpaet: PDIP Harusnya Malu Menari di Atas Kemiskinan Rakyat

Dua Bocah Tewas Saat Bagi-bagi Sembako, Ratna Sarumpaet: PDIP Harusnya Malu Menari di Atas Kemiskinan Rakyat
Bagi-bagi sembako gratis di Monas, Sabtu lalu. (poskotanews)
Selasa, 01 Mei 2018 12:09 WIB
JAKARTA - Dua bocah tewas saat kegiatan bagi-bagi sembako gratis yang digelar Forum Untukmu Indonesia, di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4).

Menanggapi peristiwa tragis tersebut, aktivis Ratna Sarumpaet mengatakan, seharusnya PDIP malu melihat kejadian ini. Para kadernya menari-nari di atas kemiskinan rakyat yang mereka miskinkan secara sistemik.

Dikutip dari tribunwow.com, Ratna menyampaikan hal itu melalui akun Twitternya yang diunggah pada Selasa (1/5/2018).

Dikatakannya, demi kekuasaan, dua anak meninggal, tapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru bungkam.

@RatnaSpaet: Partai Banteng Bermoncong Putih itu/PDIP harusnya malu. Mereka membiarkan kadernya menari-nari diatas kemiskinan Rakyat yang secara sitemik mereka miskinkan.

Demi nafsu kekuasaan 2 anak meninggal. republik ini bungkam termasuk Presiden @jokowi dan pimpinan @PDI_Perjuangan. Demikian bunyi postingan Ratna Sarumpaet.

Acara bagi-bagi sembako di Monasdigelar Forum Untukmu Indonesia. Ratusan ribu massa hadir ke Monas sejak Sabtu pagi, untuk mengambil sembako dan makan gratis. Akibatnya, kawasan sekitar Monas menjadi macet, semrawut, dan kotor.

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede menyatakan jika TNI dan polisi sampai kewalahan menanggani masa yang datang sejak pagi.

Menurutnya, panitia tidak memperkirakan jumlah massa yang akan dihadirkan. Pada pukul 11.15, massa yang masuk ternyata sangat banyak, sekitar 100 ribuan orang.

''Panitia tidak menjelaskan perkiraan jumlah massa yang akan dihadirkan dan ternyata pada jam 11.15 berdasarkan hasil pemantauan dari Monas, massa yang sudah masuk kurang lebih 100.000-an,'' ujar Mangara di Balai Kota, Senin (30/4/2018), dikutip Kompas.com.

Mangara juga menyebutkan apabila jumlah panitia tidak memadai, termasuk petugas yang membagi sembako di hadapan masa yang mengantre.

''Jumlah panitia tidak memadai, seperti yang bertugas bagi sembako dihadapkan jumlah massa yang antre memperoleh sembako sehingga kita mintakan pengawalan ketika itu,'' ujar Mangara.

Tak hanya kemacetan, Mangara juga menyebut banyak massa yang pingsan dan bahkan dilarikan ke rumah sakit akibat insiden ini.

Sangat Prihatin

Dikutip dari republika.co.id, sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, membenarkan adanya dua anak warga Pademangan, Jakarta Barat dilaporkan menjadi korban tewas di acara pembagian sembako yang dilaksanakan panitia dari Forum Untuk Indonesia di Monas, Sabtu (28/4).

''Fakta kejadian telah terjadi dan kami sangat prihatin. Adanya dua korban yang mesti kehilangan nyawanya yaitu saudara kita Mahesha Junaedi dan satu lagi, Adinda Rizki. Keduanya warga Pademangan,'' kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta,  Senin (30/4) malam.

Korban adalah Adinda Rizki adalah Mahesha Janaedi, keduanya berusia 12 tahun dan 10 tahun harus kehilangan nyawa setelah berdesak-desakan. Sandiaga menyatakan, akan ada investigasi lanjutan berkaitan dengan penyebab kematian kedua korban yang diderita pada saat terjadinya acara tersebut.

''Untuk itu, kami sekarang sedang berkoordinasi dengan panitia untuk tindak lanjutnya dan bagaimana langkah tanggung jawab panitia atas kejadian yang telah terjadi. Sangat kita sayangkan,'' kata Sandiaga.

Peristiwa ini akan menjadi koreksi untuk Pemprov DKI, bahwa ke depan penggunaan dari Monas ini betul-betul harus dipastikan panitia yang diberikan kesempatan  menggunakan area Monas memiliki profesionalisme dan memiliki komitmen yang tegas. ''Tentunya nanti ada pihak aparat yang bertanggung jawab yang akan juga membantu kami untuk memastikan bahwa investigasi ini akan tuntas dan kejadian ini tidak akan terulang lagi,'' kata Sandiaga.

Pada saat acara pembagian sembako itu, jumlah massa membludak. Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede menyatakan sekitar pukul 11.00 WIB sudah lebih dari 100 ribu warga berada di Monas.

''Pada akhirnya Monas dikunjungi lebih dari 350 ribu dan tentunya karena tidak ada koordinasi akhirnya macet luar biasa. Keadaan lingkaran ini sangat berbahaya karena lalu lintas sama sekali tidak bergerak. Dan kejadian seperti ini tentunya harus menjadi koreksi semua pihak termasuk kami untuk memastikan ini tidak terulang kami,'' kata Sandiaga.***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com dan republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww