Hakim Bebaskan 5 Pemerkosa Gadis dari Hukuman Berat, Ribuan Warga Marah dan Lakukan Unjuk Rasa

Hakim Bebaskan 5 Pemerkosa Gadis dari Hukuman Berat, Ribuan Warga Marah dan Lakukan Unjuk Rasa
Demo besar terjadi di Spanyol setelah pengadilan dianggap gagal menghukum lima terdakwa pemerkosa gadis. (sindonews.com)
Senin, 30 April 2018 18:07 WIB
MADRID - Hakim pengadilan di Spanyol membebaskan lima pria pemerkosa seorang gadis dari hukuman berat. Hakim menyebutnya hanya pelecehan seksual yang disetujui korban.

Putusan hakim tersebut memicu kemarahan warga. Aksi unjuk rasa ribuan warga terjadi di Madrid, Barelona dan kota lain di Spanyol, menyerukan keadilan untuk gadis korban pemerkosaan lima pria tersebut.

Dikutip dari sindonews.com, kasus pemerkosaan terhadap gadis 18 tahun ini terjadi saat festival ''Running of the Bulls'' tahun 2016. Para demonstran menilai pengadilan gagal menghukum lima pria terdakwa.

Proses sidang pengadilan juga menuai kecaman, karena justru korban yang lebih banyak diperiksa ketimbang kelima terdakwa. Anehnya, para hakim pengadilan lebih menerima hasil investigasi detektif swasta sewaan para terdakwa.

Putusan Pengadilan Pamplona yang membersihkan tuduhan pemerkosaan terhadap lima terdakwa dibacakan hari Kamis lalu. Putusan inilah yang memicu demo besar pada pekan lalu karena kelima terdakwa lolos dari hukuman berat.

Dalam putusannya, para hakim pengadilan menyatakan tidak ada kekerasan atau intimidasi dalam serangan yang dituduhkan pada lima terdakwa. Menurut para hakim, yang terjadi hanya pelecehan dengan persetujuan korban.

Amnesty International Spanyol mengatakan putusan hakim membuat korban justru bertanggung jawab atas dugaan pemerkosaan tersebut.

Kelima terdakwa dikenal di Spanyol sebagai ''la manada,'' atau ''wolf pack''. Julukan itu diambil dari nama grup obrolan WhatsApp, di mana empat dari lima terdakwa menjadi anggotanya.

Menurut laporan The Telegraph, semalam (29/4/2018), obrolan di grup WhatsApp itu membahas penggunaan obat penenang pada wanita untuk diperkosa.

Setelah serangan itu, anggota grup tersebut menyombongkan diri bahwa mereka adalah para lelaki yang memiliki ''seorang gadis''. Rekaman yang mereka buat sebagai bukti kesombongan yang mereka pamerkan.

Kelima terdakwa, José Ángel Prenda, Alfonso Cabezuelo, Antonio Manuel Guerrero, Jesús Escudero dan Ángel Boza, dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara, lima tahun masa percobaan dan diperintahkan untuk membayar 10.000 euro (sekitar USD12.150) kepada korban.

Baik jaksa negara dan pengacara terdakwa mengatakan bahwa mereka akan mengajukan banding atas putusan hakim.

Inigo Mendez de Vigo, juru bicara pemerintah Spanyol, mengatakan pada hari Jumat bahwa para pejabat akan meninjau hukum terhadap kejahatan seksual dan memperbaruinya jika perlu.

''Pemerintah telah, akan dan akan selalu bersama para korban,'' katanya.

Dalam kesaksiannya tahun lalu, korban mengatakan lima terdakwa yang dia tidak kenal membawanya melewati pintu, memperkosa, lalu mencuri ponselnya sebelum akhirnya melarikan diri.

Beberapa terdakwa telah merekam bagian dari serangan dengan ponsel mereka. Setidaknya ada tujuh rekaman video serangan dengan total durasi 96 detik yang diperlihatkan selama persidangan.

Keesokan hari setelah serangan, korban ditemukan menangis di bangku tempat umum. Dia kemudian mengajukan laporan kepada polisi yang membuat kelima terdakwa ditangkap keesokan harinya. ***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww