Dituduh Membunuh dan Dipenjara Saat Remaja, Pria Ini Terbukti Tidak Bersalah Setelah 24 Tahun Jalani Hukuman

Dituduh Membunuh dan Dipenjara Saat Remaja, Pria Ini Terbukti Tidak Bersalah Setelah 24 Tahun Jalani Hukuman
Shaurn Thomas sebelum ditahan (kiri) dan setelah 24 tahun menjalani hukuman (kanan). (tribunnews.com)
Senin, 30 April 2018 19:25 WIB
PHILADELPIA - Seorang remaja berusia 16 tahun bernama Shaurn Thomas dan temannya di Philadelpia, ditangkap polisi karena dituduh merampok dan membunuh pengusaha kaya dari Puerto Rico, Domingo Martinez. Peristiwa itu terjadi tahun 1990.

Dikutip dari TribunWow.com yang melansir en.goodtimes.my, Shaurn Thomas dan temannya ditetapkan polisi sebagai tersangka. Padahal Shaurn Thomas memiliki alasan kuat yang membuktikan jika ia bukan orang yang membunuh Domingo Martinez. Saat peristiwa pembunuhan terjadi, Shaurn Thomas sedang berada di fasilitas pemasyarakatan pemuda.

Sayangnya, meski memiliki alasan yang kuat, Shaurn Thomas tetap dinyatakan bersalah atas tuduhan pembunuhan pada 31 Januari 1995.

Ia divonis bersalah dan menjalani hukuman saat usianya 19 tahun. Namun Shaurn Thomas tidak menyerah untuk membuktikan jika tak bersalah.

Dia terus berjuang agar bisa bebas dari penjara. Selama berada di penjara, Shaurn Thomas sering menulis surat kepada orang asing.

Dalam surat tersebut Shaurn Thomas mengatakan jika ia tidak bersalah dan akan membuktikan suatu hari nanti. Shaurn Thomas terus menulis surat selama 24 tahun di penjara.

Pada tahun 2009, seorang perwira polisi pensiunan dari Philadelphia menerima salah satu surat Shaurn Thomas. Untungnya,  perwira polisi itu percaya bahwa Shaurn Thomas tidak bersalah.

Perwira polisi itu percaya jika Shaurn Thomas dijebak karena kejahatan yang tidak dilakukannya.

Kasus Shaurn Thomas dengan cepat diambil oleh Philadelphia Innocence Project. Awalnya, Shaurn Thomas dihukum karena pembunuhan ketika lembar masuk dari fasilitas pemuda menghilang pada awal persidangan, yang berarti bahwa dia tidak bisa lagi membuktikan alibinya.

Selain itu, file 36 halaman yang berisi semua tersangka pembunuhan Domingo Martinez juga lenyap.

File itu secara misterius hilang ketika persidangan dimulai. Itu hanya ditemukan 20 tahun kemudian, pada Mei 2017.

Setelah penemuan file yang hilang, sebuah teori tentang pembunuhan itu muncul ke permukaan.

Pensiunan polisi yang menemukan surat kemudian mewawancarai pria yang menuduh Shaurn melakukan kejahatan. Dua dekade setelah pembunuhan itu, lelaki itu akhirnya mengakui bahwa Shaurn Thomas tidak bersalah dan ia dihukum secara keliru.

Setelah pengakuan dan file yang baru ditemukan, pengadilan menemukan bahwa bukti yang digunakan terhadap Shaurn Thomas pada tahun 1993 tidak mendukung keyakinannya.

Setelah menghabiskan 24 tahun di penjara, Shaurn akhirnya dibebaskan pada usia 43 tahun.

Meskipun kehilangan tahun-tahun pertamanya di penjara, Shaurn Thomas bersikeras bahwa dia tidak memiliki dendam terhadap pihak berwenang.

''Saya tidak punya kebencian terhadap siapa pun. Untuk apa? Hidup terlalu pendek untuk itu. Anda tidak bisa mendapatkannya kembali,'' katanya.

''Saya terus maju. Ini adalah tragedi yang terjadi pada saya, tetapi saya cukup yakin saya bukan satu-satunya.''

Sekarang, Shaurn Thomas sangat tertarik untuk bergabung dengan keluarga dan teman-temannya.

Dia berencana untuk menikah dengan tunangannya yang dia temui ketika di penjara.

''Rasanya menyenangkan bisa pulang, senang bisa kembali,'' kata Shaurn Thomas.

''Saya merasa luar biasa, lelaki bebas. Saya tidak bisa merasa tidak lebih baik,'' kata Shaurn Thomas.

''Hei, manusia harus percaya pada Tuhan, dan memiliki tim hukum yang tepat, dan terus berjuang.''***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mati Mesin, Kapal Pesiar Mengangkut Warga Asing dan WNI Karam di Laut Banda
GoSumbar.com Orangutan dan Bayinya Disiksa Secara Keji di Aceh, 74 Peluru Bersarang di Tubuh dan Matanya
GoSumbar.com Caleg di Pasaman Barat Cabuli Putri Kandung Sejak Umur 9 Hingga 17 Tahun, Begini Terungkapnya
GoSumbar.com 52 Warga Watu Bonang Mengungsi ke Ponpes, Ternyata Ini Identitas Pria yang Sebar Isu Kiamat Sudah Dekat
GoSumbar.com Yakin Kiamat Sudah Dekat, 52 Warga Desa Watubonang Eksodus ke Ponpes di Malang
GoSumbar.com Tolak Menyerah, Istri Terduga Teroris di Sibolga Nekat Ledakkan Diri
GoSumbar.com Warga Sibolga Kembali Dikejutkan 2 Ledakan Bom Rabu Dini Hari
GoSumbar.com 7 Jam Dikepung, Istri Terduga Teroris di Sibolga Tak Juga Menyerah, Bertahan dalam Rumah bersama Anaknya
GoSumbar.com Prabowo Pukul Tangan Pengawalnya karena Dorong Emak-emak dengan Kasar
GoSumbar.com Bantah Klaim Menkumham, Mahathir Sebut Pembebasan Siti Aisyah Bukan Hasil Lobi Pemerintah Indonesia
GoSumbar.com Patuhi Larangan Kemenhub, Garuda Indonesia Stop Operasikan Boeing 737 Max 8
GoSumbar.com Lieus Sebut Polisi Persulit Perizinan Konser Hadapi dengan Senyuman Ahmad Dhani
GoSumbar.com Safari Politik 3 Hari di Sumut, Maruf Amin Klaim Sukses Rebut Suara Prabowo
GoSumbar.com Pasca Jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines, China Larang Operasikan Boeing 737 MAX 8
GoSumbar.com Beredar Kabar Pesawat Prabowo Dilarang Mendarat di Banjarmasin, Angkasa Pura I Membantah
GoSumbar.com Hakim Bebaskan Siti Aisyah dari Dakwaan Membunuh Kim Jong Nam
GoSumbar.com WNI yang Jadi Korban Ethiopian Airlines Seorang Wanita yang Bekerja untuk World WFP PBB
GoSumbar.com Jenis Ethiopian Airlines yang Jatuh Sama dengan Lion Air, Kemenhub Diminta Awasi Ketat Boeing 737 Max 8
wwwwww