Dua Kali Bertemu, PKS Tetap Menolak Ajakan Jokowi Berkoalisi pada Pilpres 2019

Dua Kali Bertemu, PKS Tetap Menolak Ajakan Jokowi Berkoalisi pada Pilpres 2019
Ketua DPP PKS Al Muzzamil Yusuf. (pks.id)
Jum'at, 27 April 2018 07:05 WIB
JAKARTA - DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah dua kali melakukan pertemuan dengan Joko Widodo (Jokowi). Dalam dua kali pertemuan itu, Jokowi selalu mengajak PKS berkoalisi mengusungnya pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Namun, tawaran Jokowi tersebut selalu ditolak PKS.

Hal itu diungkapkan Ketua DPP PKS Al Muzzamil Yusuf. Menurut Muzzamil, PKS menolak tawaran Jokowi karena akan tetap berkomitmen menjalin koalisi dengan Gerindra.

''Pembicaraan soal koalisi dan Pilpres, PKS menyatakan prioritas dengan Gerindra karena sudah berdialog jauh dengan beberapa kesepakatan,'' ujarnya, Kamis (26/4), seperti dikutip dari republika.co.id.

Tetapi, Al Muzzamil melanjutkan PKS tetap membuka dialog dengan siapapun terkait pilpres, hal itu karena politik sangat dinamis.

Alasan lain tetap bersama Gerindra, karena PKS memandang demokrasi Indonesia akan tidak sehat jika semua parpol masuk dalam koalisi pengusung Jokowi.

''Sementara Gerindra tidak bisa sendiri, dan partai lain belum bersikap. Maka PKS bersikap jelas pilpres mendatang kita tidak ingin melawan kotak kosong (hanya satu calon),'' ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

Al Muzammil menegaskan sikap PKS hingga saat ini jelas, menawarkan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk memilih sembilan kader terbaik partai itu untuk menjadi cawapres.

Al Muzammil menambahkan, pertemuan dengan Jokowi terjadi dua kali, yakni di akhir tahun 2017 dan awal tahun 2018 di Istana Bogor.

Saat itu, partainya mengutus Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Aljufri untuk memenuhi undangan Presiden Jokowi. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww