Begini Kronologi Meledaknya Sumur Minyak di Aceh Timur yang Tewaskan 10 Orang dan Lukai 40 Warga

Begini Kronologi Meledaknya Sumur Minyak di Aceh Timur yang Tewaskan 10 Orang dan Lukai 40 Warga
Sumur minyak terbakar di Aceh Timur. (merdeka.com)
Rabu, 25 April 2018 10:40 WIB
LANGSA - Sepuluh warga tewas dan puluhan luka-luka akibat ledakan sumur minyak di Desa Pasir Putih Ranto Panjang Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Rabu (25/4) dinihari.

Dikutip dari merdeka.com, Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan sekira pukul 00.00 WIB, sumur mengalami kelebihan produksi hasil minyak mentah di kedalaman pengeboran sekitar 250 meter.

''Akibat kelebihan produksi (nembak minyak) tersebut banyak masyarakat yang melakukan pengumpulan minyak di sekitar sumur bor tersebut untuk dikumpulkan ke dalam drum (tempat penampungan minyak),'' jelas Sutopo.

Kemudian, pukul 01.30 WIB tiba-tiba muncul percikan api disekitar lokasi sumur bor tersebut, yang seketika langsung menyambar di seputaran lokasi pengeboran dan penampungan minyak.

''Semburan api yang besar mengakibatkan puluhan orang yang berada disekitar lokasi mengalami kebakaran dan diperkirakan korban tidak sempat menyelamatkan diri pada saat kejadian,'' sambungnya.

Selanjutnya, pukul 02.30 WIB 2 (dua) unit mobil pemadam kebakaran dari wilayah Peureulak tiba di lokasi kejadian membantu untuk memadamkan semburan api.

40 Luka Bakar

Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro melalui Kapolsek Ranto Peureulak, Iptu Musa menyatakan, peristiwa itu menewaskan 10 orang dan 40 orang mengalami luka bakar serius.

Kobaran api hingga pukul 09.00 WIB belum bisa dipadamkan, meskipun sejumlah mobil pemadam kebakaran sudah dikerahkan ke lokasi.

''Petugas masih melakukan evakuasi korban dan berupaya memadamkan kobaran api,'' ungkapnya.

Wahyu menambahkan, seperti diberitakan Antara, sekira pukul 00.30 WIB warga menginformasikan adanya tumpahan minyak hingga ke tanah di salah satu sumur pengeboran tersebut.

Warga yang mengetahui luapan minyak itu, berdatangan ke lokasi guna mengumpulkan tumpahan minyak mentah ke dalam drum penampung.

Tanpa diduga, ada percikan api sehingga dengan cepat membakar sumur dan menyambar ke segala penjuru yang sudah terlebih dahulu digenangi minyak mentah.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Peureulak datang ke lokasi guna memadamkan kobaran api.

Namun, upaya itu belum menuai hasil, kendati petugas pemadam sudah dibantu warga sekitar untuk menjinakkan 'Si Jago Merah.'

Korban luka bakar dilarikan ke Puskesmas Ranto Peureulak dan sejumlah rumah sakit seperti RSUD dr Zubir Mahmud, di Peudawa, RS Graha Bunda Idi, RS Sultan Abdul Aziz, Peureulak dan RSUD Kota Langsa.

Beredar kabar, seorang korban bernama Rafi telah dirujuk ke RS Adam Malik Medan, Sumatera Utara, karena kondisinya semakin memburuk setelah sempat di rawat di RSUD Langsa.

Sejauh ini, petugas pemadam kebakaran beserta masyarakat sekitar masih berupaya memadamkan api yang terus menyala dari dalam sumur berkedalaman 250 meter itu.

Api juga melahap beberapa rumah karena memang lokasi dekat dengan permukiman penduduk. Sampai saat ini, personel Polsek Ranto Peureulak maupun pihak terkait lainnya masih mendata jumlah korban meninggal dunia maupun luka-luka.

Sementara, kerugian materi akibat peristiwa kebakaran tersebut belum diketahui secara pasti.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww