Ongkos Pilkada Rp30 Miliar, Kekayaan Para Cakada Hanya Rp7 Miliar, Makanya Ijon Anggaran Proyek Hingga 30 Persen

Ongkos Pilkada Rp30 Miliar, Kekayaan Para Cakada Hanya Rp7 Miliar, Makanya Ijon Anggaran Proyek Hingga 30 Persen
Basaria Panjaitan. (lp6c)
Selasa, 17 April 2018 14:04 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mengungkapkan, hingga kini sudah 18 gubernur serta 75 bupati dan walikota yang terjerat kasus korupsi.

Basaria mengungkapkan hal itu saat memberikan sambutan di acara pembekalan antikorupsi dan deklarasi LHKPN pasangan calon kepala daerah se-Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (17/4).

''Saya berharap, pemimpin terpilih di Jawa Barat nanti jangan sampai masuk grup ini,'' ujar Basaria.

Basaria mengatakan, rata-rata biaya pilkada sekitar Rp20-30 miliar, sedangkan kekayaan calon kepala daerah (Cakada) rata-rata hanya Rp7-9 miliar. Jadi, kalau dihitung-hitung kekayaan yang dimiliki semua calon masih kurang dibanding ongkos Pilkada yang harus disediakannya.

''Itu lah sebabnya berbagai cara dilakukan oknum untuk memenuhi kebutuhannya. Kesenjangan ini biasanya dimanfaatkan oknum dengan memungut 10-30 persen dari nilai proyek atau diijon dari SKPD,'' katanya.

Ia mengatakan KPK akan mengawal peserta dan penyelenggara Pemilu, agar tidak terjadi konflik kepentingan.

Tahun ini, kata dia, KPK mulai pencegahan dari awal dengan harapan proses dalam pemilihan kepala daerah tidak terjadi tindak pidana korupsi jadi lebih awal.

Faktanya, penanganan tindak pidana korupsi yang ada di KPK sebelum jadi kepala daerah pun ada yang sudah melakukan tindakan korupsi.

''Jadi kita lebih awal datang tujuannnya baik, hanya satu yang diharapkan agar tak masuk ranah korupsi,'' katanya.

Pilkada yang berintegritas, kata dia, harus terwujud dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati/Wali Kota dan Wakil Bupati/Wali Kota se-Jawa Barat 27 Juni mendatang. Para paslon dituntut jujur dan tidak masuk ke ranah tindak pidana korupsi. Selain itu, semua ide yang dijanjikan kepada pemilih harus dilaksanakan dengan baik.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mati Mesin, Kapal Pesiar Mengangkut Warga Asing dan WNI Karam di Laut Banda
GoSumbar.com Orangutan dan Bayinya Disiksa Secara Keji di Aceh, 74 Peluru Bersarang di Tubuh dan Matanya
GoSumbar.com Caleg di Pasaman Barat Cabuli Putri Kandung Sejak Umur 9 Hingga 17 Tahun, Begini Terungkapnya
GoSumbar.com 52 Warga Watu Bonang Mengungsi ke Ponpes, Ternyata Ini Identitas Pria yang Sebar Isu Kiamat Sudah Dekat
GoSumbar.com Yakin Kiamat Sudah Dekat, 52 Warga Desa Watubonang Eksodus ke Ponpes di Malang
GoSumbar.com Tolak Menyerah, Istri Terduga Teroris di Sibolga Nekat Ledakkan Diri
GoSumbar.com Warga Sibolga Kembali Dikejutkan 2 Ledakan Bom Rabu Dini Hari
GoSumbar.com 7 Jam Dikepung, Istri Terduga Teroris di Sibolga Tak Juga Menyerah, Bertahan dalam Rumah bersama Anaknya
GoSumbar.com Prabowo Pukul Tangan Pengawalnya karena Dorong Emak-emak dengan Kasar
GoSumbar.com Bantah Klaim Menkumham, Mahathir Sebut Pembebasan Siti Aisyah Bukan Hasil Lobi Pemerintah Indonesia
GoSumbar.com Patuhi Larangan Kemenhub, Garuda Indonesia Stop Operasikan Boeing 737 Max 8
GoSumbar.com Lieus Sebut Polisi Persulit Perizinan Konser Hadapi dengan Senyuman Ahmad Dhani
GoSumbar.com Safari Politik 3 Hari di Sumut, Maruf Amin Klaim Sukses Rebut Suara Prabowo
GoSumbar.com Pasca Jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines, China Larang Operasikan Boeing 737 MAX 8
GoSumbar.com Beredar Kabar Pesawat Prabowo Dilarang Mendarat di Banjarmasin, Angkasa Pura I Membantah
GoSumbar.com Hakim Bebaskan Siti Aisyah dari Dakwaan Membunuh Kim Jong Nam
GoSumbar.com WNI yang Jadi Korban Ethiopian Airlines Seorang Wanita yang Bekerja untuk World WFP PBB
GoSumbar.com Jenis Ethiopian Airlines yang Jatuh Sama dengan Lion Air, Kemenhub Diminta Awasi Ketat Boeing 737 Max 8
wwwwww