Amien Rais Sebut Partai Setan dan Partai Allah, Yusril Sarankan yang Merasa Tersinggung Klarifikasi

Amien Rais Sebut Partai Setan dan Partai Allah, Yusril Sarankan yang Merasa Tersinggung Klarifikasi
Yusril Ihza Mahendra. (int)
Senin, 16 April 2018 20:41 WIB
JAKARTA Pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyebut tentang partai setan dan partai Allah membuat tersinggung sejumlah pihak. Bahkan ada yang melaporkan Amien ke polisi.

Dikutip dari merdeka.com, menanggapi hal itu Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, komentar Amien Rais tersebut tak perlu dianggap serius. Lagi pula, Amien Rais tidak menyebutkan nama partainya.

''Kalau saya, tidak perlu dianggap terlalu serius soal istilah yang digunakan itu dan tidak spesifik menyebutkan partai-partai tertentu, kan. Jadi hanya polemik klasifikasi pada partai yang menurut keyakinan beliau masih berada di jalan kebenaran,'' kata Yusril di Kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/4).

Menurutnya, partai setan yang dimaksud Amien Rais ialah partai yang mendukung rezim yang membawa begitu banyak persoalan bagi bangsa dan negara Indonesia, seperti mulai kekhawatiran kehilangan kemandirian sebagai sebuah bangsa, terperangkap pada dominasi asing, khususnya China, utang luar negeri, masalah tenaga kerja, dan masalah kemunduran dari segi ekonomi.

''Seperti misalnya masalah runtuhnya bisnis menengah dan ke bawah,'' ujarnya.

Dirinya pun menerangkan, apa yang disampaikan oleh Amien Rais saat itu merupakan jargon politik. Jika memang ada pihak yang merasa keberatan terkait ucapan Amien Rais, dirinya menyarankan agar menggunakan hak jawab terlebih dahulu.

''Jadi harus dilihat kalau ini konteksnya adalah jargon-jargon politik, bisa aja seperti itu. Menurut saya sih sebenernya gunakan hak jawab lebih dulu. Misalnya membantah omongan pak Amien. Kami ini bukan setan loh, kalau yang merasa seperti itu. Jadi masalahnya selesai,'' terangnya.

''Jangan apa-apa dikit-dikit Pasal 28 UU ITE. Lama-lama pasal 28 ini menggantikan UU Subversi. Ya saya kira di era demokrasi seperti ini kita harus melihat masalah dengan jernih. Itu lebih baik,'' sambungnya.

Selain itu, dirinya ingin agar polisi harus melakukan penyelidikan terlebih dahulu soal kasus Amien Rais. Apakah ucapan Amien Rais masuk dalam kategori pelanggaran UU ITE apa tidak atau bagaimana polisi menyikapi hal tersebut.

''Yang paling penting harus menjadi kesadaran semua pihak, di manapun di dunia ini fungsi hukum pidana itu untuk multipremeju. Yaitu merupakan pilihan terakhir apabila cara-cara lain dan hukum lain tidak efektif. Jangan apa-apa sedikit-sedikit dah UU ITE. Lama-lama UU itu jadi hak yang menakutkan, padahal kan tujuannya bukan seperti itu. UU ite ini harus dipahami konteksnya dalam informasi dan transaksi elektronik,'' tandasnya.

Sebelumnya, Amien Rais membedakan partai Allah dan partai setan saat tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, (13/4) lalu. Akibat hal itu, Amien dilaporkan ke polisi.

Kelompok Cyber Indonesia membuat laporan terhadap mantan Ketua MPR itu dengan nomor LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus, di Mapolda Metro Jaya, Minggu (15/4).

''Kami di sini sebagai warga Indonesia dan umat Islam melihat ada upaya dikotomi upaya provokasi yang membawa nuansa agama, sedangkan kita sama-sama tahu bahwa negara kita negara Pancasila dan berdasar UUD 1945,'' ujar Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi usai membuat laporan.

Pertimbangkan Lapor Balik

Partai Amanat Nasional (PAN) tengah mempertimbangkan untuk melaporkan balik Kelompok Cyber Indonesia yang mempolisikan Amien Rais ke Polda Metro Jaya.

''Nah itu masalah dilaporkan balik atau tidak PAN sedang mengkaji. Mengkaji bagaimana yang terbaik. Karena ini juga mencemarkan nama baik PAN juga, partai juga,'' kata Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4).

Menurutnya, konteks ceramah Amien hanya tausiah politik dan tidak bermaksud menyinggung partai tertentu.

''Apa yang disampaikan Pak Amien konteksnya pasca Salat Subuh di masjid, lain berstatemen tidak melalui twitter, tidak melalui medsos,'' ujarnya.

Taufik geram jika ada pihak yang mengaitkan ceramah Amien dengan tendensi politik tertentu. Dia mengungkit kembali kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan politikus NasDem Victor B Laiskodat yang tidak jelas kelanjutan proses hukumnya.

''Itu sama kita juga punya peluru juga, kalau mau bermain politik mau perang-perangan ya ayo, gitu. tapi ini konteksnya konteks berkhutbah, pahami ya,'' tegas Taufik.

''Jadi kalau mau mancing-mancing kita mau marah kita bisa marah juga,'' tambahnya.

Diketahui, Amien Rais dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama. Hal itu terkait dengan pernyataan tentang dikotomi 'partai setan dan partai Allah' saat tausiyah di Masjid Baiturrahim, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww