Padukan Suntiang Minang dengan Kebaya Terbuka, Anne Avantie Minta Maaf, Ini Tanggapan Pemprov Sumbar

Padukan Suntiang Minang dengan Kebaya Terbuka, Anne Avantie Minta Maaf, Ini Tanggapan Pemprov Sumbar
Anne Avantie (kiri) dan kreasinya padukan suntiang Minang dengan kebaya terbuka. (kapanlagi)
Kamis, 12 April 2018 19:44 WIB
PADANG - Perancang busana Anne Avantie menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Minangkabau, setelah diprotes terkait kreasi suntiang Minang yang dipadukan dengan kebaya terbuka, yaang ditampilkan dalam Indonesia Fashion Week, akhir Maret lalu.

Dikutip dari republika.co.id, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan menerima permintaan maaf perancang busana papan atas Indonesia itu. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Taufik Effendi memandang, tak elok bila polemik kreasi suntiang Minang tersebut diperpanjang.

Terpenting, ke depan, dia mengatakan, memastikan pemerintah dan masyarakat bisa bersama-sama mempertahankan ciri khas pakaian adat perempuan maupun laki-laki di Ranah Minang.

Taufik juga menilai bahwa permohonan maaf yang disampaikan Anne secara tidak langsung sudah memberikan legitimasi bahwa suntiang Minang merupakan tutup kepala khas perempuan Minangkabau.

Jenis tutup kepala inilah yang ditampilkan artis Sophia Latjuba dalam peragaan busana Maret lalu. Dalam surat permohonan maafnya, Anne juga mengaku bahwa pemaduan suntiang Minang dengan kebaya berpotongan terbuka tersebut tanpa kontrol langsung darinya.

''Permohonan maaf itu sebuah pengakuan yang secara tidak langsung telah mengangkat muruah adat Minangkabau,'' kata Taufik, Kamis (12/4).

Masyarakat Minang sebelumnya berencana mengajukan somasi terhadap Anne karena kreasi busananya yang dianggap bertentangan dengan pakem budaya Minangkabau.

Taufik menjelaskan, somasi tersebut memiliki tujuan besar, yakni pengakuan resmi dari Anne sendiri bahwa suntiang Minang merupakan pakaian adat Minangkabau dan penggunaannya pun tak sembarangan.

''Somasi yang kita inginkan pengakuan. Dan yang bersangkutan telah meminta maaf secara resmi dan mengakui kekhilafannya,'' katanya.

Pemprov Sumbar, lanjut Taufik, juga akan menindaklanjuti permintaan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar untuk mematenkan seluruh variasi pakaian adat Minangkabau. Meski begitu, Taufik menyadari bahwa mematenkan sebuah pakaian adat butuh proses yang tak singkat.

Apalagi, ragam busana adat di Sumbar cukup banyak dan memiliki kekhasan tersendiri untuk setiap kaum suku dan nagari. Bahkan, perbedaan variasi busana Minang bisa terjadi di lingkungan tetangga. Bisa saja, satu rumah gadang dengan rumah gadang lainnya memiliki pakaian dengan spesifik berbeda.

''Jumlahnya sangat banyak. Makanya, salah satu cara merawat dan melestarikannya, kita inventarisir seluruh pakaian adat di Minangkabau,'' kata Taufik.

Bersama Bundo Kanduang, pemerintah telah membukukan sebanyak 200 jenis dan model pakaian perempuan Minangkabau dari 400 jenis yang sudah tercatat. Sebelumnya, Anne Avantie telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Minangkabau terkait kreasi suntiang Minang yang ia tampilkan dalam peragaan busana Indonesia Fashion Festival di Jakarta pada akhir Maret 2018.

Anne meminta maaf karena kreasinya memantik protes masyarakat Minang. Dalam peragaan busana tersebut, penutup kepala yang menyerupai suntiang Minang memang dipadukan dengan kebaya berpotongan terbuka yang diperagakan artis Sophia Latjuba.

''Sebagai orang yang memiliki tanggung jawab moral, saya Anne Avantie memohon untuk di bukakan pintu maaf kepada seluruh masyarakat Minangkabau dan yang terkait, yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu,'' ujar Anne dalam surat tertulis yang diterima Pemprov Sumbar.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mati Mesin, Kapal Pesiar Mengangkut Warga Asing dan WNI Karam di Laut Banda
GoSumbar.com Orangutan dan Bayinya Disiksa Secara Keji di Aceh, 74 Peluru Bersarang di Tubuh dan Matanya
GoSumbar.com Caleg di Pasaman Barat Cabuli Putri Kandung Sejak Umur 9 Hingga 17 Tahun, Begini Terungkapnya
GoSumbar.com 52 Warga Watu Bonang Mengungsi ke Ponpes, Ternyata Ini Identitas Pria yang Sebar Isu Kiamat Sudah Dekat
GoSumbar.com Yakin Kiamat Sudah Dekat, 52 Warga Desa Watubonang Eksodus ke Ponpes di Malang
GoSumbar.com Tolak Menyerah, Istri Terduga Teroris di Sibolga Nekat Ledakkan Diri
GoSumbar.com Warga Sibolga Kembali Dikejutkan 2 Ledakan Bom Rabu Dini Hari
GoSumbar.com 7 Jam Dikepung, Istri Terduga Teroris di Sibolga Tak Juga Menyerah, Bertahan dalam Rumah bersama Anaknya
GoSumbar.com Prabowo Pukul Tangan Pengawalnya karena Dorong Emak-emak dengan Kasar
GoSumbar.com Bantah Klaim Menkumham, Mahathir Sebut Pembebasan Siti Aisyah Bukan Hasil Lobi Pemerintah Indonesia
GoSumbar.com Patuhi Larangan Kemenhub, Garuda Indonesia Stop Operasikan Boeing 737 Max 8
GoSumbar.com Lieus Sebut Polisi Persulit Perizinan Konser Hadapi dengan Senyuman Ahmad Dhani
GoSumbar.com Safari Politik 3 Hari di Sumut, Maruf Amin Klaim Sukses Rebut Suara Prabowo
GoSumbar.com Pasca Jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines, China Larang Operasikan Boeing 737 MAX 8
GoSumbar.com Beredar Kabar Pesawat Prabowo Dilarang Mendarat di Banjarmasin, Angkasa Pura I Membantah
GoSumbar.com Hakim Bebaskan Siti Aisyah dari Dakwaan Membunuh Kim Jong Nam
GoSumbar.com WNI yang Jadi Korban Ethiopian Airlines Seorang Wanita yang Bekerja untuk World WFP PBB
GoSumbar.com Jenis Ethiopian Airlines yang Jatuh Sama dengan Lion Air, Kemenhub Diminta Awasi Ketat Boeing 737 Max 8
wwwwww