Hilang Kontak Saat Bekerja di Arab pada 2005, TKW Parinah Ditemukan KBRI London 18 Tahun Kemudian

Hilang Kontak Saat Bekerja di Arab pada 2005, TKW Parinah Ditemukan KBRI London 18 Tahun Kemudian
Parsin, anak Parinah memperlihatkan kepada wartawan video ibunya yang sedang menelepon saat berada di KBRI London. (sindonews.com)
Selasa, 10 April 2018 20:54 WIB
JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London, Inggris, berhasil menemukan Parinah (50), tenaga kerja wanita asal Banyumas, Jawa Tengah, yang hilang kontak dengan keluarganya saat bekerja di Arab Saudi 18 tahun yang lalu.

Dikutip dari sindonews.com, keluarga mengaku putus kontak dengan Parinah sejak tahun 2005 lalu. Sejak meninggalkan kampung halamannya pada tahun 1999 untuk bekerja di luar negeri, Parinah belum pernah pulang.

Kabar penemuan Parinah disampaikan sejumlah perangkat desa dan pihak Dinas Tenaga Kerja Banyumas yang mendatangi rumah milik saudara Parinah di Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Banyumas.

Kedatangan mereka disambut suka cita oleh sejumlah keluarga Parinah. Anak kedua Parinah yaitu Parsin (33) yang ditinggalkan ibunya sejak kecil mengaku ingin sekali bertemu dengan Parinah.

Parsin mengaku saat ia masih kecil hanya mendengar kabar jika ibunya pergi menjadi TKI di Arab Saudi. Parsin terkejut saat mengatahui ibunya ditemukan oleh KBRI London, Inggris.

Awal pencarian Parinah ini dimulai setelah Parsin menerima surat dari ibunya ini pada maret 2018 lalu. Dari isinya, Parinah mengaku sudah tidak betah lagi kerja di London. Bahkan, Parinah menulis surat jika dirinya ingin segera pulang ke Indonesia.

Namun sayangnya, Parinah mengalami kesulitan untuk bisa pulang ke kampung halamannya karena seluruh dokumenya ditahan majikannya. 

Saat itulah wanita berusia 50 tahun ini meminta keluarganya untuk meminta tolong pemerintah Indonesia memulangkan dirinya.

''Sewaktu ditinggal ke Arab saya masih kecil dan waktu ibu pindah ke London ibu tidak sempat kontak dan kontak terakhir tahun 2005 pakai surat yang bunyinya ibu pingin pulang mau jumpa dengan keluarga. Ada kabar dari ibu kalau surat balasan dari kami sama majikan disembunyikan,'' ujar Parsin.

Laporan Parsin soal keberadaan ibunya di London, Inggris ini, langsung ditanggapi oleh perangkat Desa Petarangan serta Dinas Tenaga Kerja Banyumas.

Mereka semula kesulitan untuk mencari dokumen dari Parinah. Pasalnya, kepergian Parinah menjadi TKI ke Arab Saudi kemudian pindah ke London tak tercatat oleh pihak desa dan dinas tenaga kerja.

Menurut Agus Widodo, Kabid Penempatan TKI Disnakertras Banyumas, pihaknya akan terus membantu hingga kepulangan Parinah ke kampung halamannya agar bisa bertemu dengan keluarga yang sudah merindukannya.

''Kami akan berusaha agar Parinah segera bisa bertemu keluarganya di Desa Petarangan. Kami juga sudah menyiapkan penjemputan Parinah yang menurut kabar akan pulang hari selasa (10/4) dari London,'' pungkasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww