Sulit Dipercaya, Ada SMK Negeri Beratap dan Berdinding Daun Serta Berlantaikan Tanah, Ini Penampakannya

Sulit Dipercaya, Ada SMK Negeri Beratap dan Berdinding Daun Serta Berlantaikan Tanah, Ini Penampakannya
SMK Negeri beratap dan berdinding daun serta berlantai tanah di Batu Putih, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. (tribunnews.com)
Kamis, 05 April 2018 19:21 WIB
SoE - Rasanya sulit dipercaya, ternyata masih ada gedung Sekolah Menengha Kejuruan (SMK) Negeri di Indonesia yang hanya berdinding dan beratap daun pohon gewang serta berlantaikan tanah.

Gedung SMK Negeri yang kondisinya sangat menyedihkan itu terletak di Batu Putih, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT)

Dikutip dari tribunnews.com, lokasi sekolah ini berjarak sekitar 25 kilometer arah Selatan Kota SoE, ibukota Kabupaten TTS, atau sekitar 79 kilometer arah timur dari Kota Kupang, ibukota Provinsi NTT.

Meski kondisi bangunan sekolah mirip kandang ternak, namun para guru dan murid tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan baik.

''Sekolah kami ini ada tujuh ruangan darurat sesuai dengan rombongan belajar, plus satu ruang guru dan administrasi,'' ungkap Kepala SMK Batu Putih, Prahara Krislianto Kana, Kamis (5/4/2018).

Kana mengaku, meski kondisi ruangannya darurat, guru dan siswa tetap melakukan aktivitas di dalam kelas dengan lancar.

Walaupun saat hujan deras. Sekolah itu lanjutnya, dibangun atas kerja sama masyarakat, orangtua, siswa dan pihak sekolah.

Menurut Kana, sekolah tersebut didirikan pada tahun ajaran 2013/2014. Waktu itu, masih kelas jauh dari SMK Negeri 1 SoE (out sourching). Pada 2015, keluarlah surat keputusan izin pendirian dan izin operasional dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) TTS.

Sebelum menggunakan bangunan darurat itu, pihaknya meminjam ruang milik SMP Negeri Batu Putih, atas izin Bupati TTS.

Namun, setelah SMP Negeri Batu Putih menerapkan full day school pihaknya tidak bisa menggunakan ruangan di SMP itu.

''Atas kesepakatan komite, orangtua, masyarakat dan pihak sekolah, kami kemudian membangun gedung darurat pada Juli 2017 sambil menunggu pembangunan gedung secara permanen,'' ujarnya.

Jumlah murid saat ini sebanyak 129 orang. Sedangkan jumlah pendidik sebanyak 25 orang.

Dengan rincian, tiga orang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), satu tenaga kontrak provinsi, dan sisanya honorer.

Kana mengaku telah mengajukan proposal pembangunan sejak 2017 dan sudah diterima pihak direktorat SMK melalui bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

''Tahun ini, pelaksanaan pembangunan sudah berjalan. Ini sesuai hasil verifikasi faktual tim survey dari Direktorat SMK. Untuk kepastian waktu, dimulai pembangunan masih menunggu info direktorat, tetapi tahun ini sudah pasti,'' tutupnya.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww