Begini Kronologi Wakapolres Todongkan Pistol ke Ibunya Serta Tembak Mati Adik Ipar di Medan Versi Polisi dan Warga

Begini Kronologi Wakapolres Todongkan Pistol ke Ibunya Serta Tembak Mati Adik Ipar di Medan Versi Polisi dan Warga
Kompol Fahrizal. (tribunnews)
Kamis, 05 April 2018 18:45 WIB
MEDAN - Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal menodongkan pistol kepada ibunya dan menembak mati adik iparnya, Jumingan, dalam rumah di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Medan Tembung, Sumatera Utara, Rabu (4/4/2018) malam.

Dikutip dari tribunnews.com, peristiwa tragis itu membuat warga sekitar kaget, lantaran keduanya dikenal tak pernah bermasalah dan ramah dengan tetangga.

Sebelum menjadi Wakapolres, Kompol Fahrizal sempat menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

Kompol Fahrizal pun sudah menyerahkan diri ke Polda Sumut. ''Dia sudah di Polda Sumut, menyerahkan diri, sebagian keluarga juga di Polda,” ujar sumber Tribun Medan, Kamis (5/4/2018) dini hari.

Belum diketahui kronologi sebenarnya dari peristiwa itu. Informasi yang dihimpun dari akun facebook Kompol Fahrizal, dia menuliskan status pulang ke Medan bersama istrinya. Kemudian, ia sempat memposting foto berada di bandara.

Kronologi Versi Polisi

Awalnya, Heny Wulandari, adiknya mempersilakan duduk di rumah.Mereka sempat bercengkrama bersama ibunya di ruang tamu. Sedangkan, Heny membuat air di dapur.

''Saksi (Heny) sempat melihat Fahrizal memijat ibunya, tapi secara tiba-tiba menodongkan senjata ke arah ibunya. Tapi, korban (Jumingan) langsung melarang dengan berkata "jangan Bang" namun Fahrizal menodongkan senjata api ke korban. Ada dua kali suara letusan,'' katanya.

Melihat suaminya bersimbah darah, Heny langsung lari ke dalam kamar dan mengunci kamar lantaran ketakutan.

Bahkan, Fahrizal sempat menggedor pintu kamar. Tapi, ibunya mendatangi sembari menyatakan tidak boleh keluar dari kamar.

Pihak kepolisian sudah meminta keterangan tiga saksi di antaranya Heny Wulandari, Agung dan Elly.

Ketiganya merupakan warga Jalan Tirtosari alias masih berhubungan kerabat dengan Kompol Fahrizal.Kini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan.

Kronologi Versi Warga

Warga Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Medan Tembung terkejut dengan penembakan ini. Warga mengira suara tembakan adalah suara petasan.Apalagi, suara jeritan bergema dari dalam rumah.

''Aku pikir mercon, jadi enggak peduli tadi. Tadi habis salat tak enak badan golek-golek di rumah,'' kata Juraidah (75) warga sekitar saat ditemui Tribun Medan.

Kediaman Juraidah tepat di sebelah tempat kejadian perkara (TKP). Tapi ia tidak mengetahui peristiwa penembakan itu.Bahkan, dia keluar rumah saat mendengar ada keramaian di lokasi.

Tidak hanya itu, dia juga mengaku lupa berapa kali suara letusan. Namun suara itu terdengar begitu keras.

Selain itu, ia tak ingin membeberkan identitas korban penembakan.

''Saya tidak begitu tahu nama korbannya. Soalnya jarang ketemu. Tapi mereka sekeluarga orang baik kok. Kalau istrinya kerjanya guru,'' ujarnya.

Tidak lama kemudian, petugas kepolisian membawa seorang perempuan dari sebuah warung.

Besar dugaan perempuan itu bernama Sutini alias Heni, istri dari Zumingan alias Zun, korban penembakan.

Heni memasuki rumah dibopong oleh dua oknum polisi berpakaian preman. Sedangkan, balita yang digendongnya menjerit histeris. Setiba di depan rumah Heni nyaris pingsan.

''Ini rumah orangtuanya Pak F (Fahrizal), mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan. Sekarang tugas di Lombok. Adiknya yang paling kecil tinggal di sini bersama orangtuanya mereka,'' kata seorang warga berkacamata saat ditemui di depan rumah.

Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut. Terlihat beberapa petugas langsung mengavakuasi jasad dengan menggunakan kain dan tandu. Sementara itu, personel kepolisian telah memasang garis polisi di depan rumah.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww