Radius 7 Kilometer Pantai di Teluk Balikpapan Tercemar Tumpahan Minyak

Radius 7 Kilometer Pantai di Teluk Balikpapan Tercemar Tumpahan Minyak
Kebakaran kapal pengangkut BBM di Teluk Balikpapan. (okezone.com)
Minggu, 01 April 2018 16:50 WIB
BALIKPAPAN - Tumpahan minyak di laut Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur menimbulkan kebakaran besar, Sabtu (31/3). Memasuki hari kedua, Ahad (1/4), tumpahan minyak terus meluas mencemari pantai di Teluk Balikpapan. Bahkan sudah mencapai radius 7 kilometer.

Dikutip dari okezone.com, minyak hitam berbau menyengat seperti minyak tanah memenuhi pantai di Balikpapan hingga Kawasan Stall Kuda Balikpapan Selatan dari kawasan Kampung Baru Balikpapan Barat, tempat pertama ditemukan.

Tumpahan minyak diketahui pukul 02.00 Wita pada Sabtu dinihari oleh pihak Pertamina menerima informasi sekitar pukul 02.30 wita. Dari hasil pemeriksaan laboratorium Pertamina, tumpahan minyak ini mendekati bahan bakar kapal (Marine Fueld Oil).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Balikpapan Suseno mengatakan pihaknya tidak memiliki teknologi menangani tumpahan minyak tersebut di laut.

''Yang memiliki Pertamina. Kita dalam kejadian ini ada dua penanganan yakni tumpahan minyak dan pencarian korban hilang tiga orang,'' ujar Suseno di posko pencarian orang hilang Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Minggu (1/4/2018).

Menurutnya, dari penyisiran pencemaran tumpahan minyak yang masih cukup pekat ditemukan hingga belakang Bandara SAMS Balikpapan Sepinggan. ''Jarak dari lokasi penemuan pertama tumpahan minyak itu ada sekitar 6-7 km belakang bandara,'' ungkapnya.

Dari pantauan di kawasan Pantai Melawai, Balikpapan minyak hitam juga terlihat jelas karena kondisi air laut keadaan surut.

Penanganan melibatkan pihak terkait seperti Pertamina, KSOP, TNI Polri, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pihak terkait. Sementara untuk pencarian melibatkan pihak Basarnas, Pol Airrud, Pelindo dan TNI AL.

''Kita sisir daerah Nenang (PPU) ada laporan dari keluarga perahu korban ditemukan di sana,'' tambahnya.

Dalam pencarian dilakukan di masing-masing radius 3 kilometer dari titik kebakaran besar di tengah laut. ''Biar efektif kita berbagi pencarian dengan Basarnas,'' kata Suseno.

Sementara bau menyengat tercium sepanjang pantai yang tercemar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan Suryanto menyebutkan bau menyengat karena terbawa angin laut ke darat.

Menurutnya proses penguraian masih dilakukan untuk mengurangi pencemaran air laut. ''Mudah-mudahan bisa berkurang,'' tegasnya.

Di samping itu, stakeholder juga melakukan pertemuan membahas penanggulangan bersama tumpahan minyak yang mencemari Pantai Balikpapan. Pertemuan diikuti bersama Polda Kaltim, DLH Provinsi, KSOP Balikpapan, Gakum KLHK, Pertamina menggelar pertemuan tertutup membahas kasus tumpahan minyak yang menimbulkan kebakaran besar, di Hotel Blue Sky, Balikpapan.

Rombongan juga melakukan peninjauan ke lapangan seperti perairan di kawasan kilang Pertamina Balikpapan dan teluk Balikpapan.

''DLH lebih ke koordinasi penanganan kebersihan teluk Balikpapan dari tumpahan minyak. Diminta KSOP sebagai koordinatornya dan besok akan ada rakor di KSOP dengan mengundang beberapa perusahaan untuk gotong royong membersihkan teluk. Selain itu terus dilakukan pengumpulan data dam informasi untuk investigasi lebih lanjut khususnya sumber pencemaran,'' tukasnya.

Bukan dari Fasilitas Pertamina

Sebelumnya, Pertamina RU V Balikpapan memastikan tumpahan minyak yang terjadi di tengah laut Teluk Balikpapan bukan berasal dari fasilitas Pertamina RU V Balikpapan.

Pertamina juga memastikan tidak ada kebocoran pipa minyak mentah distribusi Lawe-Lawe PPU - Balikpapan yang ada laut Teluk Balikpapan.

GM RU V Pertamina Kalimantan Togar MP memastikan hal itu setelah timnya melakukan penyisiran pipa bawah laut dengan menerjunkan tim penyelam mulai dari instalasi Balikpapan hingga PPU.

''Kita jamin tumpahan minyak bukan dari fasilitas kita dan kejadian kebakaran di luar parameter kita yang jarak sekitar 2-3 km dari area kita,'' jelasnya dalam penjelasan kepada media, didampingi GM MOR VI Kalimantan Made Adi Putra dan Region Manager Communication and CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha gedung Solar, sore kemarin.

Togar juga mengungkapkan hasil penelitian tumpahan minyak itu merupakan bahan bakar kapal (fueld oil) yang bukan merupakan produk dari RU V.

''Kita sudah melakukan pengecekan minyak ambil sampel. Hasilnya minyak yang tumpah Itu mendekati fueld oil produk untuk bahan bakar kapal. Itu bukan produk Pertamina di RU V,'' tegasnya.

Ditanya mengenai sumber api pihaknya juga belum dapat memastikan. Menurutnya api bisa saja berasal dari segi tiga api. ''Kita belum tahu sumber dari mana. Itu segi tiga api yakni ada udara, ada sumber minyak dan ada panas. Di situ kan Banyak kapal-kapal sandar tapi kita belum pastikan sumber api dari mana,'' katanya.

Pertamina juga meluruskan pemberitaan dan informasi yang berkembang termasuk kabar minyak tumpah yang memenuhi laut dan masuk ke pemukiman warga sengaja dibakar seperti yang sempat di informasikan BPBD Balikpapan.

''BPBD Balikpapan sudah menarik pernyataan dan itu tidak benar. Dan BPBD sudah minta maaf. Kita pastikan hal itu tidak benar,'' tambah Region Manager Communication and CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha.

Saat ini tim terkait bersama Kepolisian melakukan investagasi atas tumpahan minyak yang terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 02.00 wita. Diketahui informasi tumpahan minyak diterima Pertamina 02.30 wita dan pukul 03.00 wita sudah dilakukan pemeriksaan ke lapangan.

''Pukul 09.00 pagi sudah bisa kita lakukan lokasir hingga ke daerah pesisir dan pemukiman,'' tukas Togar.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww