Misionaris Muda Dibunuh Kelompok Bersenjata di Pedalaman Papua

Misionaris Muda Dibunuh Kelompok Bersenjata di Pedalaman Papua
Berni Fellery Kunu. (sindonews.com)
Sabtu, 31 Maret 2018 21:11 WIB
JAYAPURA - Berni Fellery Kunu (24), seorang pelayan kesehatan yang juga misionaris, yang bertugas di pedalaman Papua, yakni di Kampung Yabarsom, Distrik Pamek, Kabupaten Pegunungan Bintang, dibunuh sekelompok orang yang diduga dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pembunuhan misionaris muda itu terjadi Kamis (29/3/2018), sekitar pukul 09.00 WIT.

Dikutip dari sindonews.com, juru bicara Polda Papua Kombes Pol Achmad Mustofa Kamal menjelaskan, saat kejadian ada sekitar 23 warga (19 laki-laki dan 4 perempuan) mendatangi tempat tinggal korban dan dua rekannya, dengan membawa sejumlah senjata tajam.

Saat itu korban sedang berjalan menuju sungai Yabansorom yang berjarak 50 meter dari rumah ketiganya.  

Warga datang membawa parang, busur dan panah menanyakan kepada kedua rekan korban Mervel Liogu (25) dan Helena Habel (25) yang berada di rumah, tujuan keberadaan mereka di Distrik Pamek karena dicurigai sebagai intelijen.

Selanjutnya ketua dari masyarakat tersebut mengeluarkan kalimat bahwa ''dirinya bertugas sebagai OPM dan sudah dijalani selama 25 tahun''. Kemudian sekumpulan masyarakat tersebut menggeledah kediaman korban dan rekannya.

''Saat penggeledahaan rumah,  sebagian masyarakat tersebut berjumlah 10 orang menjaga dua rekan korban dan 13 orang lainnya mengejar korban yang berada di kali sekitar 50 meter dari kediamannya,'' ungkap Kamal.

Menurut Kamal, dari keterangan kedua rekan korban, sungai yang dituju korban arusnya sangat deras sehingga saat pembunuhan tidak mendengar jeritan atau suara korban. ''Rekan korban merasa ketakutan sehingga tidak berani keluar rumah,'' katanya.

Baru keesokan harinya, Jumat 29 Maret 2018, kedua rekan korban bersama warga sekitar mencari di sekitar sungai dan menemukan sebuah kuburan. 

Pada saat digali ditemukan jasad korban dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua.

Setelah divisum jenazah korban diterbangkan ke Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (31/3/2018), dengan Nam Air. ''Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,'' kata Kamal.  

Menurut keterangan masyarakat asli Distrik Pamek, para pelaku tersebut bukan masyarakat atau warga setempat. Sekelompok orang tersebut diduga merupakan warga dari luar Distrik Pamek. ***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww