Sebut Cacing pada Sarden Kaleng Tak Berbahaya, Menkes Dikritik Keras YLKI

Sebut Cacing pada Sarden Kaleng Tak Berbahaya, Menkes Dikritik Keras YLKI
Ikan sarden kaleng mengandung parasit cacing. (pom.go.id)
Jum'at, 30 Maret 2018 06:46 WIB
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik keras pernyataan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Farid Moeloek yang menyebutkan sarden kalengan mengandung parasit cacing tak berbahaya dikonsumsi setelah dimasak. Lagi pula menurut Nila, cacing itu berisi protein.

''Kami sangat mengkritik keras pernyataan menteri kesehatan terkait cacing dalam sarden atau makarel. Dia kan juga bilang, 'toh cacing banyak mengandung protein'. Itu perbuatan tidak produktif dikatakan oleh seorang yang berkompeten di bidang kesehatan,'' kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, Kamis (29/3), seperti dikutip dari republika.co.id.

Tulus menilai pernyataan Menkes tersebut tidak memberi kewaspadaaan bagi masyarakat. Karena itu, dia terus mendesak Badan Perlindungan Obat dan Minuman (BPOM) untuk melakukan investigasi usai terkuaknya 27 merek makarel yang mengandung cacing.

Investigasi pun mesti dilakukan secara keseluruhan, mulai dari proses produksinya, dari hulu hingga hilir.

Tulus mengatakan, BPOM tidak cukup menarik dari pasaran tanpa melakukan langkah-langkah yang lebih komprehensif. Sebab, YLKI menduga proses produksi dari makarel tersebut tidaklah higienis.

''Maraknya produk sarden atau makarel, jelas sangat mengkhawatirkan bagi konsumen; yang bisa jadi beranggapan bahwa produk sarden atau makarel adalah produk pangan yang tidak aman. Jadi investigasi penting dilakukan,'' kata Tulus.

Selain itu, YLKI juga meminta BPOM melakukan pengawasan ketat di pasaran setelah penarikan. Jangan sampai penarikan itu hanya simbolik dan di pasaran masih marak beredar.

Dia pun mengimbau kepada konsumen agar melaporkan ke Badan POM dan juga ke YLKI jika di pasaran masih beredar merek-merek makarel yang mengandung parasit cacing.

Tidak Berbahaya

Kamis (29/3), di ruang rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Menkes Nila Moeloek mengatakan cacing yang berada pada ikan makarel mengandung protein. Ia menilai, cacing tersebut tidak membawa efek berbahaya selama makanan itu diolah dengan benar.

''Setahu saya itu (ikan makarel) kan nggak dimakan mentah, kita kan goreng lagi, atau dimasak lagi, cacingnya matilah. Cacing itu sebenarnya isinya protein, berbagai contoh saja tapi saya kira kalau sudah dimasak kan saya kira juga steril. Insya Allah nggak jadi masalah,'' kata Menkes.

Menkes mengaku belum mendapat laporan dari masyarakat terkait dampak dari adanya ikan makarel kemasan kaleng yang mengandung cacing.

''Nggak ada (laporan),'' kata Nila sebelum memulai rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis.

Menurutnya, ikan makarel dalam kemasan kaleng tidak akan dimakan secara mentah. Lagi pula, tambahnya,cacing di dalam ikan makarel akan mati jika sebelum disajikan dimasak terlebih dahulu.

''Cacing itu sebenarnya isinya protein, tapi saya kira kalau sudah dimasak kan saya kira juga steril insya Allah,'' ujarnya.

Nila menyerahkan sepenuhnya pengawasan produk ikan makarel yang mengandung cacing selanjutnya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sebelumnya, BPOM merilis temuan 27 merek ikan makarel kaleng yang mengandung parasit cacing. Enam belas diantaranya produk impor dan 11 merek lainnya merupakan produk dalam negeri.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww