Wamen ESDM Sebut Cadangan Minyak Bumi Indonesia Habis dalam 11 Tahun

Wamen ESDM Sebut Cadangan Minyak Bumi Indonesia Habis dalam 11 Tahun
Wamen ESDM Arcandra Tahar. (int)
Selasa, 27 Maret 2018 12:54 WIB
JAKARTA - Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan, cadangan minyak bumi Indonesia akan habis dalam 11 atau 12 tahun mendatang.

Dikutip dari sindonews.com, Arcandra Tahar menjelaskan, saat ini cadangan minyak bumi tinggal sekitar 3,3 miliar barel. ''Dengan asumsi produksi konstan 800.000 barel per hari (bph) tanpa adanya temuan cadangan baru, maka dalam 11 hingga 12 tahun ke depan, Indonesia tidak mampu memproduksi minyak bumi lagi,'' kata dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

''Tapi ini mungkin tidak 11-12 tahun ke depan, karena produksi akan turun. Tahun depan mungkin turun menjadi 700.000 bph dan seterusnya,'' sambungnya.

Arcandra pun menginginkan adanya faktor teknologi dan temuan cadangan baru agar keberlangsungan produksi minyak bumi di Indonesia tetap terjaga.

Mengingat, teknologi eksploitasi minyak bumi saat ini hanya dapat mengambil 40%-50% cadangan minyak dari dalam perut bumi.

''Sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa menguras lebih. Selama belum bisa menemukan teknologi itu, kita tidak akan bisa memproduksi lebih dari itu. Untuk gas lebih baik, karena kita masih (memiliki cadangan) 25-50 tahun ke depan,'' katanya.

Lebih lanjut Arcandra menjelaskan, cadangan terbukti minyak Indonesia yang mencapai 3,3 miliar barel tersebut bukanlah cadangan yang melimpah.

Bila dibandingkan dengan cadangan terbukti minyak dunia, hanya setara dengan 0,2%. Selain itu, Reserve Replacement Ratio (RRR) Indonesia juga dinilai masih rendah.

''Kita hanya mampu reserve replacement ratio 50%. Itu adalah rasio berapa banyak yang kita ambil terhadap berapa banyak (cadangan minyak) yang kita temukan. Kita dua kali lebih banyak mengambil daripada menemukan, sementara negara-negara tetangga RRR-nya banyak yang di atas 100%,'' pungkasnya.***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww