Dua Wartawan Dibunuh dalam 24 Jam, Dilindas dengan Truk di Tempat Berbeda

Dua Wartawan Dibunuh dalam 24 Jam, Dilindas dengan Truk di Tempat Berbeda
Sejumlah wartawan di India menggelar demo memprotes kekerasan terhadap jurnalis. (merdeka.com)
Selasa, 27 Maret 2018 19:59 WIB
NEW DELHI - Dua wartawan dibunuh di India dalam waktu 24 jam di tempat berbeda. Kedua jurnalis tersebut adalah wartawan dari koran berbahasa Hindi, Dainik Bhaskar Navin Nischal dan wartawan televisi Sandeep Sharma.

Dikutip dari merdeka.com, polisi kemarin menangkap mantan kepada desa di Bihar atas tuduhan pembunuhan terhadap Navin Nischal.

Laman Channel News Asia melaporkan, Senin (26/3), tak lama setelah pembunuhan Nischal, jurnalis televisi Sandeep Sharma dilindas sebuah truk di Negara Bagian Madhya Pradesh.

Nischal dan rekannya Vijay Singh sedang mengendarai motor ketika mereka dilindas truk di Bhojpur, sekitar 80 kilometer dari Kota Patna kemarin.

Polisi mengatakan mereka sudah membekuk Muhammad Harsu, bekas kepala desa, setelah kakak Nischal mengajukan tuntutan ke pengadilan.

''Dia bilang ini adalah pembunuhan setelah Nishcal cekcok dengan bekas kepala desa kemarin,'' ujar polisi wilayah Bhojpur, Avkash Kumar kepada kantor berita AFP.

Kumar menuturkan laporan kasus ini sudah dibuat dan polisi kini tengah memburu putra Harsu.

Media lokal mengatakan Harsu dan putranya kabur dari lokasi kejadian dan mobil sport yang dikendarai mereka dibakar oleh warga setempat.

Sharma (35 tahun), tengah membuat laporan investigasi penjualan pasir ilegal untuk tayangan televisi.

Dia sudah mengatakan kepada pemerintah daerah bahwa dirinya takut dibunuh oleh 'mafia pasir'. Demikian laporan dari sepupu Sharma, Vikas Purhoit kepada polisi, seperti dikutip kantor berita Press Trust of India.

Cuplikan video serangan terhadap Sharma pada Senin kemarin di Distrik Bhind beredar luas di media sosial. Video itu memperlihatkan Sharma sedang berjalan di pinggir jalan ketika sebuah truk melaju dan melindasnya.

Media lokal menuturkan Sharma mengungkap keterkaitan antara pejabat polisi dengan operator tambang pasir ilegal.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww