BPOM Ingatkan, Kosmetik Merk RDL Bisa Merusak Ginjal

BPOM Ingatkan, Kosmetik Merk RDL Bisa Merusak Ginjal
BPOM memperlihatkan kosmetik ilegal yang dinyatakan berbahaya di Serang, Banten, Selasa (27/3/2018). (sindonews.com)
Selasa, 27 Maret 2018 19:06 WIB
SERANG - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI mengingatkan masyarakat tidak menggunakan kosmetik merk RDL Hydroquinone Tretinoin Babyface. Sebab, kosmetik tersebut tergolong berbahaya.

"Hydroquinone dan Tretinoin biasanya untuk obat anti pemutih dan juga jerawat. Tapi penggunaan harus gunakan resep dokter diawasi dokter. Tentu saja efeknya kalau sampai tidak ada aturan pakai bisa terjadi hiperpigmentasi dan iritasi,'' kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RR Maya Gustina Andarini, kepada wartawan di Kota Serang, Banten, Selasa (27/3/2018), seperti dikutip dari sindonews.com.

Maya menjelaskan, kosmetik tersebut tidak memiliki izin edar resmi dan tidak bisa dijual bebas di pasaran. Meskipun, di kemasannya tercantum tanggal kadaluarsa hingga tahun 2020.

Kepala BPOM RI Penny K Lukito menambahkan, obat yang mengandung Hydroquinone dan Tretinoin efek secara langsung dapat mengakibatkan kulit menjadi merah.

Bahkan, jika digunakan secara terus menerus dapat masuk kedalam sistem kulit bahkan merusak ginjal. ''Kedua zat itu masuk dan tergolong obat keras, berbahaya,'' katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat lebih berhati-hati membeli dan menggunakan produk yang akan digunakan maupun konsumsi.

''Sebelum membeli cek kemasan, cek label apakah produk terdaftar atau tidak di BPOM, cek ijin edar, dan kedaluarsa terlebih dahulu,'' tandasnya.

Sebelumnya, BPOM menggagalkan penyelundupan kosmetik ilegal senilai Rp5,4 miliar dari pulau Sumatra menuju Jakarta.

Sebanyak 135,040 botol kosmetik merk RDL Hydroquinone Tretinoin Babyface tersebut dibawa menggunakan mobil box dengan nomor polisi BM 8130 RY.

Petugas gabungan kemudian mengamankan mobil box berisikan kosmetik ilegal yang diduga berasal dari Filipina saat berada di SPBU kawasan Merak, Kota Cilegon Banten pada hari Minggu 25 Maret 2018 lalu.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mati Mesin, Kapal Pesiar Mengangkut Warga Asing dan WNI Karam di Laut Banda
GoSumbar.com Orangutan dan Bayinya Disiksa Secara Keji di Aceh, 74 Peluru Bersarang di Tubuh dan Matanya
GoSumbar.com Caleg di Pasaman Barat Cabuli Putri Kandung Sejak Umur 9 Hingga 17 Tahun, Begini Terungkapnya
GoSumbar.com 52 Warga Watu Bonang Mengungsi ke Ponpes, Ternyata Ini Identitas Pria yang Sebar Isu Kiamat Sudah Dekat
GoSumbar.com Yakin Kiamat Sudah Dekat, 52 Warga Desa Watubonang Eksodus ke Ponpes di Malang
GoSumbar.com Tolak Menyerah, Istri Terduga Teroris di Sibolga Nekat Ledakkan Diri
GoSumbar.com Warga Sibolga Kembali Dikejutkan 2 Ledakan Bom Rabu Dini Hari
GoSumbar.com 7 Jam Dikepung, Istri Terduga Teroris di Sibolga Tak Juga Menyerah, Bertahan dalam Rumah bersama Anaknya
GoSumbar.com Prabowo Pukul Tangan Pengawalnya karena Dorong Emak-emak dengan Kasar
GoSumbar.com Bantah Klaim Menkumham, Mahathir Sebut Pembebasan Siti Aisyah Bukan Hasil Lobi Pemerintah Indonesia
GoSumbar.com Patuhi Larangan Kemenhub, Garuda Indonesia Stop Operasikan Boeing 737 Max 8
GoSumbar.com Lieus Sebut Polisi Persulit Perizinan Konser Hadapi dengan Senyuman Ahmad Dhani
GoSumbar.com Safari Politik 3 Hari di Sumut, Maruf Amin Klaim Sukses Rebut Suara Prabowo
GoSumbar.com Pasca Jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines, China Larang Operasikan Boeing 737 MAX 8
GoSumbar.com Beredar Kabar Pesawat Prabowo Dilarang Mendarat di Banjarmasin, Angkasa Pura I Membantah
GoSumbar.com Hakim Bebaskan Siti Aisyah dari Dakwaan Membunuh Kim Jong Nam
GoSumbar.com WNI yang Jadi Korban Ethiopian Airlines Seorang Wanita yang Bekerja untuk World WFP PBB
GoSumbar.com Jenis Ethiopian Airlines yang Jatuh Sama dengan Lion Air, Kemenhub Diminta Awasi Ketat Boeing 737 Max 8
wwwwww