Gempa 6,9 SR Guncang Maluku, Getarannya Dirasakan di Australia

Gempa 6,9 SR Guncang Maluku, Getarannya Dirasakan di Australia
Ilustrasi gempa. (republika.co.id)
Senin, 26 Maret 2018 08:34 WIB
JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter (SR) mengguncang Maluku, Senin (26/3/2018) dinihari. Pusat gempa berada pada 189 km bagian barat laut Maluku Tenggara di kedalaman 169 km.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diunggah dalam laman web resminya, Senin (26/3), gempa pada pukul 03.14 WIT tersebut tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Gempa dengan titik lokasi pada 6.77 lintang selatan dan 129.84 bujur timur itu getarannya dirasakan hingga Saumlaki, Sorong, dan Kaimana.

Sebelumnya, pada Ahad (25/3) sore pukul 15.58 WIB gempa bumi berkekuatan 5,6 SR terjadi di perairan Laut Banda, Maluku Tenggara. Gempa terjadi di koordinat episenter pada 7,44 Lintang Selatan dan 128,5 Bujur Timur.

Terasa di Australia

Getaran gempa bumi 6,9 SR di perairan Laut Banda, Maluku Tenggara Senin dinihari terasa hingga wilayah Top End di utara Australia, sekitar 600 km dari lokasi. Gempa tersebut diketahui terjadi pada kedalaman 177 kilometer.

Ini merupakan gempa kedua yang dirasakan di Kota Darwin dalam kurun waktu 12 jam, setelah sebelumnya gempa berkekuatan 5,9 juga terjadi di Laut Banda pada Minggu (25/3) sore sekitar pukul 06.30 WIT.

Dan Jackson dari Geoscience Australia menjelaskan posisi Kota Darwin memang berada di jalur yang akan merasakan getaran yang berasal dari Laut Banda.

Bulan lalu warga ibukota Northern Territory (NT) ini juga melaporkan merasakan gempa berkekuatan 5,3 dari wilayah perairan Indonesia tersebut.

''Gelombang seismik yang melengkung saat naik dari kedalaman bumi ke permukaan, melengkungnya tepat ke arah Darwin,'' jelas Jackson.

Dia mengatakan masalah getaran sebenarnya lebih terkait dengan jarak di bawah permukaan daripada besarnya skala gempa. ''Ini menyangkut lengkungan, pembiasan, cara gelombang seismik menembus kerak bumi dan kemudian lapisannya,'' katanya.

Kepada Radio ABC, seorang penelepon mengaku merasakan gempa di wilayah Katherine, sekitar 320 kilometer dari Kota Darwin. ''Saya masih di tempat tidur, baru saja bangun, masih terbaring dan tempat tidur berguncang ringan, sangat ringan,'' katanya.

Banyak pengguna media sosial Facebook juga melaporkan merasakan gempa, yang terjadi hanya beberapa hari setelah Siklon Marcus menerjang kawasan ini. ''Gempa pertama saya dan Marcus adalah topan pertama saya. Terima kasih NT,'' tulis Georgina Heard.

Paige Gemma Hobbs mengaku ''sangat merasakan'' gempa tersebut yang menurutnya ''lebih kuat dari yang kemarin''.

''Sedikit unik. Tapi seharunsya menunggu sejam lagi sampai saat saya harus bangun,'' kata warga lainnya, Marianne Harvey.

Negara bagian NT merupakan lokasi gempa terbesar yang pernah terjadi di Australia, yang mencapai 6,6 SR di Tennant Creek pada 1988. Sementara itu, sejauh ini sebanyak 448 rumah masih belum pulih pasokan listriknya setelah Siklon Marcus menghantam kawasan itu beberapa hari lalu.

Juru bicara penyedia pasokan listrik Power and Water menyatakan pihaknya berharap sambungan bisa pulih kembali pada hari Kamis.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww