Tak Aman, Separuh Pengguna Medsos di Jerman Pertimbangkan Tutup Akun

Tak Aman, Separuh Pengguna Medsos di Jerman Pertimbangkan Tutup Akun
Ilustrasi. (republika.co.id)
Minggu, 25 Maret 2018 10:12 WIB
JAKARTA - Separuh pengguna media sosial di Jerman mempertimbangkan menutup akun mereka, termasuk di Facebook, Instagram dan Twitter. Demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan majalah ''Focus''.

Dikutip dari republika.co.id, hasil survei itu menunjukkan bahwa 53 persen petanggap laki-laki menyatakan ingin menutup akun. Persentase itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan petanggap perempuan, yang tercatat 44 persen.

Kekhawatiran, dinyatakan mereka sebagai pertimbangan menutup akun. Yaitu berkisar pada kurangnya perlindungan data, kata survei itu.

Perusahaan pengulas data Inggris, Cambridge Analytica, baru-baru ini dituduh memanen data hingga 50 juta pengguna Facebook tanpa izin mereka.

Janji CEO Facebook

Sementara CEO Facebook Inc Mark Zuckerberg menguraikan beberapa langkah konkret yang akan diambil jaringan sosial ini untuk melindungi data pengguna. Ini merupakan tanggapan publik pertamanya terhadap krisis atas akses Cambridge Analytica ke informasi dari platform media sosial ini.

Dia mengatakan perusahaan akan melakukan tiga hal, dilansir di Bloomberg, Kamis (22/3):

1. Selidiki semua aplikasi besar yang diizinkan untuk mendapatkan data tidak hanya pada pengguna mereka sendiri, tetapi pada teman pengguna tersebut, sebelum Facebook mengubah kebijakannya pada 2014, dan mencekal developer yang tidak menyetujui audit.

2. Perusahaan akan memberi tahu pengguna yang terpengaruh jika mereka menemukan masalah. Hapus akses developer ke data jika seseorang tidak menggunakan aplikasi itu dalam tiga bulan, dan kurangi jenis informasi yang didapat oleh aplikasi ketika pengguna masuk.

3. Bekerja untuk memastikan orang-orang memahami siapa yang memiliki akses ke data mereka, menunjukkan kepada semua orang 'tool' di bagian atas 'News Feed' di bulan berikutnya, dan mempermudah pencabutan izin.

Zuckerberg menyusun jadwal kejadian yang mengarah ke kesulitan saat ini, menjelaskan apa yang diketahui oleh Facebook dan kapan tentang akses Cambridge Analytica ke data 50 juta pengguna. Co-founder media sosial ini juga mengatakan Facebook masih belum secara independen mengkonfirmasi laporan dari organisasi berita yang memulai kontroversi ini selama akhir pekan.

Laporan di New York Times dan Observer pada akhir pekan lalu mengungkapkan bahwa Cambridge Analytica, perusahaan konsultan politik yang menjadi penasihat kampanye pemilihan Presiden Trump pada iklan digital, telah secara efektif mencuri informasi pribadi dari setidaknya 50 juta orang Amerika.

''Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi data Anda, dan jika kami tidak bisa maka kami tidak layak untuk melayani Anda. Saya telah bekerja untuk memahami apa yang terjadi dan bagaimana memastikan hal ini tidak terjadi lagi,'' kata Zuckerberg.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww