Sekolah di AS Persenjatai Siswa dengan Batu untuk Hadapi Penembakan Massal

Sekolah di AS Persenjatai Siswa dengan Batu untuk Hadapi Penembakan Massal
Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida, tempat terjadinya penembakan 14 Februari lalu, yang menewaskan 17 siswa. (wikipedia)
Minggu, 25 Maret 2018 21:59 WIB
PENNSYLVANIA - Seringnya terjadi penembakan massal di sekolah di Amerika Serikat (AS), membuat masyarakat AS cemas dan marah. Sebagai bagian dari wujud kecemasan dan kemarahan tersebut, jutaan warga AS menggelar unjuk rasa antisenjata di Ibu Kota Washington DC, Sabtu (24/3).

Dikutip dari merdeka.com, mereka menuntut diterapkannya aturan penggunaan senjata lebih ketat untuk mencegah terulangnya penembakan massal.

Insiden penembakan massal terbaru terjadi 14 Februari lalu di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida menewaskan 17 orang siswa dan melukai 17 lainnya.

Semenjak saat itu, sejumlah sekolah di AS pun berbondong-bondong membuat sejumlah kebijakan. Mulai dari mendesain sekolah bak penjara dengan sejumlah pintu pendeteksi logam, membuat ruang antipeluru, meminta ransel antipeluru kepada orangtua murid, hingga ada gerakan agar para guru dipersenjatai dengan senjata api.

Namun, ada yang berbeda dengan sekolah di Distrik Blue Mountain, Pennsylvania. Yakni, mempersenjatai dengan batu jika kelak ada penembak massal menghujani murid-murid dengan peluru.

Setidaknya ada lima ember berisi batu sungai diletakkan di 200 kelas di seluruh sekolah Distrik Blue Mountain School di Pennsylvania. Persiapan jika ada penembakan.

''Jika ada penyusup bersenjata mencoba masuk, mereka akan menghadapi satu kelas bersenjata batu. Si penyusup akan ditimpuki batu,'' kata Ketua Dewan Pengawas David Helsel seperti dikutip dari laman The Independent, Minggu (25/3).

''Kami tidak ingin siswa kami menjadi korban yang tidak berdaya,'' tambah Helsel.

''Batu sungai adalah ide saya. Saya pikir batu akan lebih efektif daripada melempar buku atau tas buku atau stapler.''

Helsel mengungkapkan rencana itu saat berbicara tentang keamanan sekolah di hadapan komite pendidikan di Pennsylvania House of Representatives.

Ditanya apakah siswa diberi katapel untuk menembakkan batu, Helsel menjawab, ''Tidak. Kami memiliki beberapa orang yang punya lengan cukup bagus. Mereka bisa melempar batu cukup cepat.''

''Jadi sebenarnya, itu sangat mudah. Kami baru saja memiliki truk sampah, pergi ke penata taman dan mendapatkan batu sungai. Dan batu itu bagus, halus, dan Anda benar-benar bisa melemparnya dengan cepat, dan kencang,'' ucap Helsel.

Meski demikian, ide itu dikritik, menilik insiden penembakan sekolah Florida yang merenggut 17 nyawa bulan lalu.

Kenneth Trump, presiden perusahaan konsultan keamanan National School Safety and Security Services, mengatakan kepada Associated Press bahwa itu ''tidak masuk akal dan irasional'' dan mungkin dapat membahayakan nyawa.

Distrik Sekolah Blue Mountain mencakup lima sekolah dan akademi virtual di Schuylkill County dengan lebih dari 2.500 murid.***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww