Vladimir Putin Kembali Terpilih Jadi Presiden Rusia

Vladimir Putin Kembali Terpilih Jadi Presiden Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin. (int)
Senin, 19 Maret 2018 10:14 WIB
MOSKOW - Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, Vladimir Putin berhasil menang telak dalam pemilihan Presiden Rusia pada Minggu (18/3/2018) malam. Ini merupakan kemenangan keempatkalinya bagi Putin dalam pemilihan presiden di negara Beruang Merah itu.

Dikutip dari liputan6.om, di depan para pendukungnya, yang bersorak, Putin berpidato penuh semangat. ''Kita sudah ditakdirkan untuk menang,'' kata Putin.

Dikutip dari Associated Press pada Senin (19/3/2018), Putin hanya menghadapi tujuh kandidat 'kecil'. Sementara satu musuh utamanya, Alexei Navalny dilarang ikut jadi capres.

Satu-satunya tantangan sebenarnya adalah membuat perhitungan sedemikian tinggi sehingga dia bisa mengklaim mandat yang tak terbantahkan.

Surat suara yang dihitung hingga Senin pagi telah mencapai 80 persen. Dari situ, dalam hitung cepat yang diadakan oleh lembaga pemerintah, suara Putin mencapai 73,9 persen.

Vladimir Putin, mantan mata-mata KGB, telah mendominasi politik Rusia selama 18 tahun. Pria berusia 65 tahun itu telah menjadi pemimimpin terlama negara itu semenjak diktator Soviet, Joseph Stalin.

Hasil jajak pendapat belum final, dan hasil resmi akan diumumkan secara bertahap.

Vladimir Putin mengumumkan kemenangan di depan ribuan orang yang berkumpul di bawah suhu beku di Lapangan Manezhnaya Moskow di dekat Kremlin, di mana dia meminta persatuan di negara tersebut.

''Kita adalah tim besar yang hebat bersama dan saya adalah anggota tim Anda,'' katanya, seusai menunjukkan pertunjukan musik berenergi yang penuh warna.

Sebelumnya dalam pemilu 2012, Vladimir Putin memenangkan 63,6 pesen suara.

Kemenangannya kali ini akan membuat Putin berkuasa sampai tahun 2024, saat dia berusia 71 tahun. Usia itu, oleh undang-undang Rusia, mengharuskan seorang pemimpin untuk mundur dari jabatannya.

Namun, menurut para pengamat, hingga saat ini, tak ada seorang pun yang jadi kandidat pengganti untuk Vladimir Putin. Sehingga mendorong spekulasi bahwa Putin mungkin akan berusaha menemukan cara untuk memperluas kekuasaannya melampaui masa jabatan itu.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww