Bongkar Prostitusi di Tempat Hiburan, Polwan Cantik Ini Menyamar Jadi PSK, Sempat Masuk Kamar dan . . . .

Bongkar Prostitusi di Tempat Hiburan, Polwan Cantik Ini Menyamar Jadi PSK, Sempat Masuk Kamar dan . . . .
Brigadir Popy (kanan) dan Bripda Fitria (berjilbab) dua polwan yang sempat menyamar sebagai PSK di Bali. (tribunnews.com)
Senin, 19 Maret 2018 10:32 WIB
GARUT - Dua anggota Satreskrim Polres Garut, Jawa Barat, Brigadir Popy Puspasari dan Bripda Fitria Oktavia menyamar menjadi pekerja seks komersial (PSK) untuk mengungkap jaringan sindikat perdagangan orang yang akan dijadikan PSK di salah satu tempat hiburan di Bali.

Dikutip dari tribunnews.com, dengan menyamar sebagai PSK, mereka memasuki hiburan tersebut. Kedua penyidik di unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Garut tersebut menggunakan nama samaran, yakni Dewi untuk Brigadir Popy dan Bella untuk Bripda Fitria.

Berkat penyamaran keduanya, praktik prostitusi dan perdagangan orang di tempat hiburan tersebut terungkap.

''Awalnya masuk ke sana diwawancara dulu sama karyawan di sana,'' kata Popy saat ditemui di Mapolres Garut, Jawa Barat, Minggu (18/3/2018).

Selama proses wawancara, Popi ditanya mengenai kesiapannya menjadi PSK di tempat hiburan tersebut.

''Setelah diwawancara dan saya menyatakan siap, kemudian disuruh istirahat di kamar,'' katanya.

Dia mengaku tidak terlalu lama berada di dalam tempat hiburan tersebut. Setelah itu, dia langsung menghubungi tim Satreskrim Polres Garut pimpinan Kasatreskrim AKP Aulia Djabar yang telah berada di dekat tempat hiburan tersebut.

''Jadi enggak lama, enggak sampai disuruh melayani tamu,'' ujar Popy.

Ia mengaku sempat ketakutan ketika akan menyamar menjadi PSK. Namun, karena ada tim Satreskrim Polres Garut yang mendampingi, dirinya merasa lebih tenang.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, pihaknya menugaskan dua anggotanya untuk melakukan penyamaran.Begitu dipastikan ada praktik perdagangan orang dan prostitusi, petugas langsung masuk melakukan penyergapan.

''Jadi enggak lama menyamarnya, paling satu jam lebih,'' kata Budi.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww