Polisi Sempat Sebut Pelaku Terindikasi Stres, Ternyata Ini Motif Pembacokan Ulama NU di Kendal

Polisi Sempat Sebut Pelaku Terindikasi Stres, Ternyata Ini Motif Pembacokan Ulama NU di Kendal
Ilustrasi pembacokan
Minggu, 18 Maret 2018 19:12 WIB
KENDAL - Ulama Nahdlatul Ulama (NU) KH Ahmad Zaenuri dan menantunya, Agus Nurus Sakban, menjadi korban pembacokan, di Kangkung, Kendal, Jawa Tengah, di rumahnya, Sabtu (17/3/2018).

Dikutip dari sindonews.com, Polres Kendal berhasil mengungkap motif pembacokan terhadap Ahmad Zaenuri dan Agus Nurus Sakban tersebut.

Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya mengatakan, perbuatan yang dilakukan oleh pelaku yang bernama Suyatno adalah kriminal murni. Awalnya, terang Adiwijaya, pelaku bertujuan ingin menjambret tas yang dibawa oleh Ulfah, yang saat itu mau pergi bersama suaminya, Agus Nurus Sakban.

Menurut keterangan, tersangka Suyatno alias Bogel, warga Desa Johorejo Gemuh, untuk memudahkan aksinya ia terlebih dahulu melukai Agus.

''Mendengar ada teriakan keributan, mertua Agus, yaitu H Ahmad Zaenuri keluar. Namun Zaenuri, juga langsung dibacok oleh pelaku,'' kata Adiwijaya Kendal, Jawa Tengah, Minggu (18/3/2018).

Adiwijaya menambahkan, setelah membacok korban kedua, pelaku langsung diamankan oleh warga. Pelaku juga sempat dihakimi karena melawan. Beruntung, ada warga yang menghubungi petugas, sehingga pelaku bisa diamankan oleh polisi.

''Pada saat dimintai keterangan atau dimintai keterangan pelaku dapat menjawab pertanyaan penyidik dengan lancar,'' ujarnya.

Dia menambahkan, akibat perbuatanya itu, pelaku diancam Pasal 365 KUHP karena melakukan pencurian dengan kekerasan dan hukuman maksimal 9 tahun penjara. Hukuman itu, lebih berat kalau dibandingkan dengan hukuman penganiayaan. ''Sekali lagi, ini kriminal murni,'' pungkasnya.

Sementara itu, kondisi pelaku mulai sadar dan membaik setelah menjalani perawatan. Suyatno mengaku, bekerja sebagai pengamen, saat itu tidak memiliki uang dan bermaksud untuk meminta uang dengan korban.

''Tiga hari ini enggak punya uang, saya bingung dan stress. Pas lewat rumah dia (korban), saya mau minta uang tapi takut enggak dikasih. Ya terus saya tusuk pakai parang biar ngasih,'' katanya.

Terindikasi Stres

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengungkapkan, pembacokan tersebut terjadi di rumah korban, Sabtu (17/3/2018), seperti dikutip dari merdeka.com.

''Kejadian bermula saat Sakban akan mengeluarkan mobil untuk pergi keluar rumah. Tiba-tiba pelaku langsung menyerang Sakban dengan parang dan mengakibatkan korban terluka,'' kata Aris.

Mengetahui ada ribut-ribut di luar rumah, H Zaenuri langsung keluar. Dia yang bermaksud melerai malah ikut menjadi sasaran amukan pelaku.

Zaenuri pun menderita luka-luka. Warga yang mengetahui kejadian tersebut, langsung mengamankan pelaku sebelum ditahan polisi.

''Korban saat ini sedang dirawat di rumah sakit, sehingga belum bisa dimintai keterangan menyeluruh,'' ujarnya.

Sementara untuk pelaku, menurut Aris terindikasi stres. ''Namun akan kami periksa di rumah sakit jiwa. Jika memang mengalami gangguan kejiwaan, akan mendapat pengobatan. Namun jika dianggap bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, maka langkah hukum akan diteruskan,'' tegasnya.

Aris meminta masyarakat menahan diri dan tidak mengaitkan kejadian ini dengan SARA.

''Jangan sampai menjadi hoax dengan menyebar kabar yang tidak benar. Biarkan kepolisian bekerja dalam penanganan kasus ini,'' ujarnya.

Menurutnya, pelaku pertama kali membacok Sakban. ''Hubungan antara Sakban dengan pelaku juga belum kami ketahui. Kebetulan Pak Zaenuri berniat melerai malah jadi korban juga,'' kata Aris.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com dan merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww