Tinggal bersama Anak Asuh di Hotel Mewah 10 Tahun dengan Biaya Rp12 Miliar, Ini Sumber Penghasilan Candri Widarta

Tinggal bersama Anak Asuh di Hotel Mewah 10 Tahun dengan Biaya Rp12 Miliar, Ini Sumber Penghasilan Candri Widarta
Candri Widarta hadir di Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat. (tribunnews.com)
Sabtu, 17 Maret 2018 10:34 WIB
JAKARTA - Candri Widarta alias CW (60), dilaporkan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ke polisi, atas dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap anak asuhnya, M alis FA (14).

Pihak kepolisian kemudian menindaklanjuti laporan LPAI tersebut, dengan memeriksa sejumlah saksi dan CW. Jumat (16/3/2018), CW yang mengenakan daster warna oranye bermotif bunga-bunga terlihat datang ke Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, untuk menjalani pemeriksaan.

Dikutip dari tribunnews.com, CW merawat lima anak angkatnya dengan berpindah-pindah hotel mewah selama sepuluh tahun terakhir. Biaya penginapannya diperkirakan mencapai Rp12 miliar.

CW menceritakan ada dua sumber pemasukannya untuk biaya penginapan dan keperluan sehari-hari dirinya dan kelima anak asuhnya di hotel mewah.

Pertama, ia bekerja sebagai seorang stigmata atau pengobatan tradisional. Kedua, adanya bantuan dana dari gereja.Sebagai seorang stigmata, CW mengaku dapat menyembuhkan penyakit seseorang. Dan biasanya ia mendatangi pasien jika ada orang yang membutuhkan jasanya.

''Ahli pengobatan tradisional. Pengobatan stigmata di Katolik ada,'' ujarnya.

Meski CW dan anak-anaknya tinggal di Le Meridien sejak tahun 2015 dengan membayar Rp3 juta setiap malam, dia tetap dapat melunasi pembayaran tersebut.

Menurutnya, biaya penginapan di hotel berbintang lima seperti di Hotel Le Meriden yang mencapai Rp3 juta per malam justru paling banyak berasal dari bantuan dari pihak dan jemaat gereja. ''Orang gereja yang bantu,'' kata dia.

Ia membantah berprofesi sebagai seorang dokter. Menurutnya, justru suaminya yang seorang dokter, namun telah meninggal dunia.

Putra tunggalnya tinggal di Swiss. R (32) yang juga pernah diasuh oleh CW dan saat ini telah mandiri menceritakan, kehidupan CW sangatlah sederhana dan tidak seperti dibayangkan sebagaimana pemberitaan di media massa.

Menurutnya, kehidupan CW sehari-hari sama seperti seorang ibu lainnya. Bahkan, CW lebih sering mengenakan mengenakan daster meski tinggal dari hotel satu ke hotel lainnya.

Ia juga membenarkan CW mempunyai keahlian untuk mengobati berbagai jenis penyakit seseorang dengan stigmata.Tidak hanya berbentuk uang, pasien juga kerap memberikan timbal balik dalam bentuk voucher menginap di hotel.

''Kalau dibilang punya uang terus, ya tidak lah. Pernah dia tidak punya uang juga. Makan seadanya juga. Tidak selalu makan-makanan hotel. Terus, dia pernah bayar hotel itu pakai voucher yang dikasih orang,'' ujarnya.

Adopsi Anak Sejak Lama

Keponakan CW, Riska menjelaskan sudah sejak dulu, bukan baru kali ini dengan lima anak yang sedang menjadi perhatian publik.

Kata dia, sudah puluhan anak menjadi anak adopsi dari CW selama ini. Sebagian dari mereka, sudah menjadi orang sukses dan sering membantu kehidupan CW selama ini.

''Wah, ya sudah jadi orang semua sekarang ini. Mereka juga yang selama suka membantu dia,'' ujarnya.

Menurutnya, selama ini tidak ada satupun masalah yang menimpa anak angkat CW.

Oleh karenanya, dia heran ada kasus yang menyebutkan CW melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap anak.

Sebab, wanita itu selalu memperlakukan anak-anak adopsi layaknya anak kandungnya sendiri.

Riska juga mengungkapkan CW memiliki seorang anak yang sudah tinggal di Swiss bersama keluarga kecilnya.

''Anaknya satu. Sudah tinggal di Swiss bersama suami dan anaknya,'' tandasnya.

Atas pemberitaan yang sudah beredar, dia beserta kuasa hukum CW, Bambang akan melaporkan balik tuduhan yang dilayangkan oleh LPAI beberapa waktu lalu.

''Iya, kami akan laporkan balik mereka. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini,'' tegasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww