Dua Wanita Ditangkap karena Ajak 3 Anak Mencoret dan Merusak Properti Masjid

Dua Wanita Ditangkap karena Ajak 3 Anak Mencoret dan Merusak Properti Masjid
Masjid di Tempe, Phoenix, AS. (pinterest)
Jum'at, 16 Maret 2018 09:58 WIB
PHOENIX - Aparat kepolisian di Tempe, Phoenix, Amerika Serikat, menangkap dua orang wanita dewasa karena melakukan aksi memusuhi Islam di sebuah masjid di Tempe.

Aksi anti Islam itu tersebut disiarkan secara live oleh pelaku di akun Facebook-nya.

Dikutip dari republika.co.id, pelaku membawa serta tiga orang anak dan mengajari mereka untuk melakukan aksi membenci Islam. Mereka ditangkap pada Kamis (15/3) oleh kepolisian area Tempe dan dibawa ke tahanan kota sekitar pukul tiga sore.

Penangkapan dilakukan setelah Pusat Komunitas Islam melaporkan video live tersebut pekan lalu. Pejabat lembaga, Ahmad Alakoum mengatakan ingin membawanya sebagai kasus kejahatan kebencian.

''Dari video, menurut saya ini terlihat sebagai ujaran dan kejahatan kebencian,'' kata Alakoum dilansir AP.

Tampak pelaku mencoret bangunan dan merusak properti di masjid. Juru bicara Kepolisian Tempe, Lily Duran mengatakan dua pelaku diidentifikasi sebagai Tahnee Gonzales dan Elizabeth Dauenhauer.

''Keduanya dijebloskan ke Penjara Kota Tempe karena dugaan kejahatan tingkat tiga, memasuki Pusat Komunitas Islam Tempe dan merusak berbagai hal,'' katanya.

Duran menambahkan, jika terbukti bersalah keduanya kemungkinan diganjar hukuman lebih berat karena berujung pada kejahatan kebencian. Video live kedua pelaku yang berdurasi 20 menit disimpan sebagai bukti.

Video ini direkam oleh salah satu pelaku. Mereka tampak masuk ke wilayah masjid bersama tiga orang anak. Di pintu gerbang masjid tampak tanda dilarang menerobos dan membawa senjata api.

Satu perempuan terdengar meminta salah seorang anak untuk mengambil pistol di mobil. Mereka kemudian masuk dan mulai mencopot poster, brosur, pamflet dan pajangan lainnya di kompleks masjid.

Mereka terdengar mengeluarkan ujaran-ujaran membenci Islam dan Muslim. Mereka menyebut Muslim sebagai penyembah setan yang benci Amerika. Video tersebut menyebar viral.

Pelaku Gonzales tidak merespons permintaan komentar dan nomor ponsel Dauenhauer juga tidak bisa dihubungi. Alakoum mengaku sangat sedih melihat aksi ini.

''Saya sangat terganggu dan sedih melihat anak-anak itu diseret ibu mereka dan diberi contoh langsung tentang kebencian,'' kata dia. Video ini mendapat banyak kecaman tak hanya dari komunitas Muslim tapi juga non-Muslim di seluruh AS.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww