Terima Suap Rp30 Juta, Hakim dan Panitera Pengganti Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka

Terima Suap Rp30 Juta, Hakim dan Panitera Pengganti Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka
Hakim Wahyu Widya Nurfitri. (kumparan.com)
Selasa, 13 Maret 2018 22:16 WIB
JAKARTAKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Wahyu Widya Nurfitri (WWN) dan panitera pengganti PN Tangerang Tuti Atika (TA) sebagai tersangka suap.

Dikutip dari liputan6.com, WWN dan TA diduga menerima uang suap Rp30 juta dari dua pengacara, Agus Wiratno (AGS) dan HM Saipudin (HMS). Suap diberikan agar hakim memenangkan gugatan perdata terkait hak waris yang ditangani kedua pengacara tersebut.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, mengatakan, uang Rp30 juta diberikan Agus dan Saipudin secara bertahap kepada Tuti dan Wahyu Widya. Basaria memaparkan, kesepakatan awal pemberian suap hanya Rp7,5 juta.

''Diduga uang Rp7,5 juta yang diserahkan ke TA dan diserahkan ke WWN sebagai ucapan terima kasih atas kesepakatan memenangkan kasus perdata,'' ujar Basaria dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Namun, Tuti dan Wahyu Widya merasa jumlah Rp 7,5 juta kurang. Kemudian disepakati nilai suapnya menjadi Rp 30 juta. ''Kekurangan Rp 22,5 juta diberikan kemudian,'' kata Basaria.

Sidang putusan perkara tersebut sejatinya akan digelar pada 8 Maret 2018. Namun lantaran dua pengacara tersebut belum juga memberikan uang sisa sebesar Rp 22,5 juta, sidang ditunda dengan alasan anggota hakim sedang bertugas ke luar kota.

Kemudian sidang dijadwalkan ulang pada Rabu 13 Maret 2018. ''Pada 12 Maret (2018), AGS membawa uang Rp 22,5 juta yang diserahkan ke TA di parkiran PN Tangerang,'' kata Basaria. KPK melakukan penangkapan di hari yang sama. 

Kemudian, tim penindakan KPK mengamankan Tuti dan Agus beserta tiga orang lainnya untuk diperiksa secara intensif di Gedung KPK.

Setelah itu, tim penindakan bergerak menuju Kebon Jeruk dan menangkap HM Saipudin.

''Sekitar pukul 20.00 WIB, tim penindKan lalu bergerak ke Bandara Soetta untuk mengamankan WWN yang baru tiba dari Semarang,'' kata Basaria.

Dalam OTT ini, KPK menetapkan empat orang tersangka, yakni Hakim Wahyu Widya Nurfitri, Panitera Pengganti Tuti, dan dua advokat Agus Wiratno dan HM Saipudin. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww