Tanggapi Larangan Bercadar di UIN Suka, Menristekdikti: Perguruan Tinggi Jangan Lakukan Diskriminasi

Tanggapi Larangan Bercadar di UIN Suka, Menristekdikti: Perguruan Tinggi Jangan Lakukan Diskriminasi
Menristek Muhammad Nasir. (ristekdikti.com)
Selasa, 13 Maret 2018 19:11 WIB
MALANGMentri Riset, Teknologi dan Ppendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Natsir mengimbau semua pimpinan perguruan tinggi (PT) di Tanah Air agar tidak memberlakukan kebijakan diskriminasi di kampus.

Imbauan itu disampaikan Menristekdikti menanggapi kebijakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta yang melarang mahasiswi menggunakan jilbab. Kebijakan kontroversial itu akhirnya dicabut Rektor UIN Suka setelah mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari MUI dan Muhammadiyah.

''Bagi saya, jangan pernah lakukan diskriminasi di lingkungan kampus,'' kata Nasir saat mengunjungi Politeknik Negeri Malang (Polinema), Selasa (13/3).

Sejak awal, Nasir menegaskan, agar pihak kampus tak melakukan tidak menyenangkan tersebut.

Untuk itu, dia mengimbau agar kasus serupa tak terjadi kembali di dunia kampus Indonesia. Dalam hal ini, tak hanya masalah diskriminasi agama, tapi juga suku, gender dan sebagainya.

Hal yang tak diperkenankan ada di lingkungan kampus justru paham radikal. Jika ini terjadi, dia menegaskan, rektor mau tak mau harus bertanggung jawab. ''Dan itu akan berurusan dengan saya,'' jelasnya.

Sebelumnya UIN Sunan Kalijaga mencabut Surat Rektor No. B-1301/Un02/R/AK.00.3/02/2018 tentang Pembinaan Mahasiswi Bercadar. Pencabutan tercantum dalam surat keputusan yang ditandatangani Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi.

Keputusan Rasional

Sekjen Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan, pencabutan larangan bercadar tersebut adalah sebuah keputusan yang rasional dan realistis.

Dia mengatakan, sikap rektor UIN-Suka yang terbuka terhadap kritik tersebut patut mendapatkan apresiasi.

''Cadar adalah satu cara menutup aurat di dalam Islam. Radikalisme tidak bisa dilihat dari busana, tetapi pada sikap dan perilaku,'' kata Mu'ti, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Ahad (11/3).

Walaupun demikian, Mu'ti menekankan, agar pembinaan mahasiswa dan civitas akademika dilakukan lebih intensif. Menurutnya, pembinaan keagamaan dan karakter tersebut dilaksanakan secara keseluruhan untuk seluruh mahasiswa.

Dia menegaskan, radikalisme tidak boleh dibiarkan berkembang di dalam kampus dan masyarakat. Karena UIN adalah model dan tempat persemaian Islam yang moderat yang toleran dan terbuka sebagai manifestasi ajaran Islam dan masyarakat Indonesia yang ramah.

Di samping itu, dia juga menekankan, agar pihak kampus tetap perlu membuat kebijakan berbusana bagi para mahasiswa yang sesuai dengan ajaran Islam. Dikatakannya, UIN adalah perguruan tinggi Islam yang merupakan model masyarakat Islam yang intelek dan berkemajuan.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com IAIN Bukittinggi Larang Mahasiswi dan Dosen Bercadar, Ketua MUI Sumbar: Ini Dasarnya Ilmu atau Nafsu?
GoSumbar.com Ironi, Larangan Bercadar Justru Terjadi di Perguruan Tinggi Islam, Termasuk di IAIN Bukittinggi
GoSumbar.com Setelah Dihujani Kritik, Rektor UIN Suka Akhirnya Mencabut SK Larangan Mahasiswi Bercadar
GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
wwwwww