Tank TNI Tenggelam Saat Bawa Siswa PAUD, Prajurit dan Guru Tewas

Tank TNI Tenggelam Saat Bawa Siswa PAUD, Prajurit dan Guru Tewas
Tank milik Yonif 412/BES berada di tepi Sungai Bogowonto. (liputan6.com)
Sabtu, 10 Maret 2018 17:39 WIB
PURWOREJO - Seorang prajurit TNI dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tewas setelah sebuah tank dari Batalyon Infanteri 412/Bharata Eka Sakti Purworejo tergelincir dan tenggelam di Sungai Bogowonto, Purworejo, Sabtu (10/3).

Dikutip dari merdeka.com, tank itu mengalami musibah saat membawa siswa PAUD Ananda dari Sindurjan.

Nyoto, salah satu saksi mata mengatakan, ketika tank tersebut terjatuh, semua siswa PAUD yang menjadi penumpang selamat. Namun, seorang prajurit TNI yang berada dalam tank meninggal dunia.

''Kayaknya ada dua anak yang dibawa ke rumah sakit. Saya nggak tahu persis tentang korbannya,'' kata Nyoto kepada Liputan6.com melalui sambungan telepon.

Sebenarnya peserta outbond dan kunjungan ke markas Batalyon 412 ada lima PAUD dan TK.

Masing-masing adalah PAUD Ananda jumlah 16 anak dan satu guru, PAUD Lestari 20 anak empat guru, TK Masitho 3 jumlah 71 anak empat guru, PP Handayani 38 anak empat guru, dan YK Siwi Peni jumlah 35 anak empat guru.

Data dari Basarnas Semarang, korban meninggal bernama Pratu Randi Suryadi yang menjabat sebagai tamtama Lidik Staf Intel Yonmek 412/BES dan seorang guru bernama Iswandari, Kepala Sekolah PAUD Ananda.

Outbond itu diikuti oleh PAUD TK yang berada dalam satu gugus, yaitu wilayah Mranti dan Sindurjan.

Kunjungan dan outbond memang sering dilakukan anak-anak TK ke markas Batalyon Infanteri 412 sebagai sarana mendekatkan hubungan TNI dan masyarakat.

''Rutin ada kegiatan kok. Bergantian hampir setiap minggu. Ini kegiatan biasa, bukan kegiatan berbahaya. Kalau kali ini ada kecelakaan, ini murni musibah. Jangan menyalahkan siapapun,'' kata Nyoto.

Berdasarkan laporan yang masuk ke Basarnas Semarang, kegiatan diawali dengan berkumpul di lapangan Yonif 412. Dari situ, anak-anak diajak melihat dari dekat dan simulasi naik helikopter.

Untuk lebih mengenalkan peralatan perang yang dimiliki TNI, anak-anak itu kemudian diajak melihat-lihat tank di garasi tank. Anak-anak juga diajak naik tank ke Sungai Bogowonto di belakang markas.

''Dibagi menjadi tiga kelompok dengan tiga tank. Pada kloter kedua, satu tank tergelincir dan masuk sungai,'' kata Humas Basarnas Semarang Zulhawary Agustianto.

Semua tentara piket dan yang berada di markas segera mengevakuasi dan menyelamatkan penumpang tank yang tenggelam. Pratu Randi Suryadi dinyatakan meninggal ketika sudah berada di RSU Dr. Tjitro Wardoyo.

Sementara, Iswandari juga meninggal setelah sempat dirawat di UGD RS Panti Waluyo. Saat ini, tank yang mengalami kecelakaan sudah bisa dievakuasi ke darat. Belum ada penjelasan resmi dari TNI mengenai kecelakaan tank ini.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww